Imbas Listrik Padam, Lampu Lalu Lintas di Bandung Belum Beroperasi Maksimal

Senin, 5 Agustus 2019 00:00 Reporter : Aksara Bebey
Imbas Listrik Padam, Lampu Lalu Lintas di Bandung Belum Beroperasi Maksimal Lampu Lalu Lintas di Bandung belum pulih. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Aliran listrik di Kota Bandung belum sepenuhnya pulih. Sejumlah traffic light di sejumlah ruas jalan juga belum beroperasi dengan maksimal.

Salah satunya di perempatan Kiara Condong Kota Bandung. Tampak tiga orang polisi mengatur lalu lintas secara manual karena traffic light tidak menyala.

Selain di sana, gangguan dari listrik tersebut menyebabkan penumpukan kendaraan di beberapa titik seperti Jalan Merdeka, Pasteur, Wastukencana, Jalan Riau dan Cipaganti serta Surya Sumantri.

Kasat Lantas Polrestabes Bandung Kompol Bayu Catur Prabowo menyebut sudah menerjunkan 200 personel untuk melakukan pengaturan lalu lintas di seluruh simpang utama di jalanan Kota Bandung.

"Ini dampak dari padamnya traffic light, karena adanya pemadaman listrik di wilayah Bandung Raya," ujar dia saat dihubungi, Minggu (4/8).

Seperti diketahui, PT PLN (Persero) tengah melakukan berbagai upaya untuk mengembalikan aliran listrik yang padam sejak pukul 11.55 WIB. Beberapa gardu listrik yang semula padam telah berhasil dinyalakan.

Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN I Made Suprateka menjelaskan, listrik mati akibat gangguan yang terjadi pada sisi transmisi di Ungaran dan Pemalang. Gangguan tersebut mengakibatkan transfer energi dari timur ke barat mengalami kegagalan.

Lilin dihargai Rp 10 Ribu

Listrik yang padam di sekitar Bandung Raya menjadi berkah tersendiri bagi pedagang. Mereka menjual lilin dengan harga Rp 10 ribu rupiah.

Dari pantauan, sejumlah warung di Jalan terusan Jakarta, Kota Bandung sudah tidak memiliki stok lilin. Di lain pihak, warga terlihat menjual lilin kepada pengendara.

"Di warung-warung sudah pada habis. Kalau mau ini ada satunya Rp 10 ribu," ujar Abdul Kodir (40) salah seorang penjual lilin.

Biasanya satu batang lilin dijual seharga Rp 2 ribu. Meski harga mahal, namun penjualannya laris manis. Pasalnya, ketersediaan lilin di warung-warung sudah habis.

Ia dan teman-temannya berjualan lilin sejak adzan Isya. Awalnya ia mengaku tidak kepikiran menjual lilin. Namun, kenalannya menawarkan untuk menjual lilin per dus berisi 12 batang.

Salah seorang pembeli, Ajat Mulyana (30) mengaku terpaksa membeli lilin meski harganya mahal. Ia sudah mencari hingga radius 10 km, namun tidak berhasil menemukannya.

"Ya mahal. Tapi mau bagaimana lagi," ucapnya. [ray]

Topik berita Terkait:
  1. Listrik Padam
  2. Mati Lampu
  3. Bandung
  4. PLN
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini