ICW nilai jaksa tipikor belum maksimal tuntut pelaku korupsi

Minggu, 13 Agustus 2017 15:31 Reporter : Yolanda Permata
Saipul Jamil divonis 3 tahun. ©2017 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai para jaksa perkara tindak pidana korupsi (Tipikor) tidak mempunyai inovasi dalam melakukan penuntutan. ICW mencatat pada Semester I Tahun 2017, jaksa rata-rata menuntut dalam kategori yang rendah.

"Rata-rata tuntutan yang diajukan oleh jaksa selaku penuntut umum adalah 4 tahun atau 48 bulan penjara dari jumlah terdakwa sebanyak 244 terdakwa," kata Peneliti ICW, Aradila saat konferensi pers di Kantor Sekertariat ICW, Jakarta, Minggu(13/8).

ICW beranggapan jaksa belum menjalankan perannya dan memaksimalkan hukuman untuk para koruptor. Sehingga masyarakat tidak bisa menyalahkan pengadilan jika memvonis terdakwa tindak pidana korupsi dengan hukuman ringan dan tanpa tambahan.

"Padahal UU Tipikor sudah memberikan keleluasaan kepada jaksa untuk melakukan perampasan hak. Hak itu sudah diberikan kepada jaksa, tapi tidak dipergunakan," ucapnya.

Aradila mengatakan tidak banyak vonis-vonis pengadilan yang menjatuhkan hukuman tambahan seperti perampasan hak. "Hukuman tambahan seperti pencabutan hak, pencabutan hak politik, atau pencabutan hak mendapatkan remisi." [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Kasus Korupsi
  2. ICW
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.