Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto dengan tegas membantah isu keterlibatan anak anggota TNI dalam rencana provokasi penyerangan Markas Brimob Cikeas. Pernyataan ini muncul menyusul beredarnya video pengakuan tersangka M yang mengklaim diperintah oleh anak anggota TNI.
Menurut Kapolres, pengakuan tersangka M tersebut hanyalah akal-akalan semata agar dirinya dapat lolos dari proses hukum. Tersangka M sengaja mencatut nama anak anggota TNI dengan harapan mendapatkan perlindungan.
Pihak kepolisian telah melakukan konfrontasi langsung dan pemeriksaan digital mendalam untuk menguji kebenaran pengakuan tersebut. Hasilnya, seluruh bukti menunjukkan bahwa klaim tersangka M adalah bohong dan tidak ada keterlibatan B maupun keluarganya.
Advertisement
Advertisement
Fakta di Balik Pengakuan Tersangka M
AKBP Wikha Ardilestanto menjelaskan bahwa hasil konfrontasi langsung dan pemeriksaan digital secara komprehensif telah membuktikan pengakuan tersangka M tidak benar. Tidak ditemukan bukti apa pun yang mengaitkan B atau keluarganya dengan rencana provokasi penyerangan Markas Brimob Cikeas.
Polisi juga menemukan fakta bahwa tersangka M memiliki riwayat menggunakan nama B dan ayahnya untuk menghindari masalah hukum di masa lalu, termasuk dalam kasus pelanggaran lalu lintas. Pola serupa ini kembali dilakukan oleh M saat ia ditangkap terkait kasus provokasi penyerangan tersebut.
Dengan temuan ini, Polres Bogor memastikan bahwa rencana penyerangan ke Brimob Cikeas merupakan inisiatif murni dari pelaku sipil. Tidak ada campur tangan atau keterlibatan dari pihak militer dalam insiden provokasi yang menimbulkan keresahan ini.
Advertisement
Advertisement
Imbauan Kapolres dan Komitmen Keamanan
Kapolres Bogor meminta seluruh lapisan masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh hoaks yang beredar luas di media sosial. Ia menegaskan bahwa tujuan utama dari penyebaran informasi palsu semacam ini adalah untuk menciptakan keresahan dan mengadu domba antar elemen masyarakat.
"Kami harap masyarakat tetap tenang, jangan percaya berita yang belum jelas kebenarannya. Hoaks seperti ini sengaja dihembuskan untuk menimbulkan kegaduhan," ujar AKBP Wikha. Ia menekankan pentingnya verifikasi informasi sebelum mempercayainya.
AKBP Wikha juga menambahkan bahwa sinergitas antara TNI dan Polri di Bogor sangat solid dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) bersama pemerintah daerah. Sebagai bentuk komitmen, apel gabungan dan patroli skala besar akan dilaksanakan pada Senin (1/9).
Advertisement
Patroli gabungan ini akan melibatkan personel Polri, TNI, serta unsur pemerintah daerah, menunjukkan kesiapan aparat dalam menghadirkan rasa aman dan menjaga stabilitas di Kabupaten Bogor. Aparat keamanan siap menjalankan perintah Presiden untuk mengambil langkah tegas terhadap pelanggar hukum, memastikan wilayah Bogor tetap kondusif.
Advertisement
Penetapan Tersangka dan Modus Provokasi
Sebelumnya, Polres Bogor telah menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus provokasi penyerangan Brimob Cikeas. Penetapan ini dilakukan setelah polisi mengamankan 17 terduga pelaku dalam operasi pengamanan yang digelar di Kabupaten Bogor pada Sabtu (30/8) malam.
AKBP Wikha menjelaskan bahwa keempat tersangka yang telah ditetapkan ini memiliki peran penting dalam rencana penyerangan tersebut. Modus provokasi dilakukan melalui penyebaran pamflet-pamflet yang berisi ajakan provokatif di media sosial, yang beredar sejak siang hingga malam hari.
Penangkapan dan penetapan tersangka ini merupakan langkah konkret kepolisian dalam menindak tegas pihak-pihak yang berupaya mengganggu Kamtibmas. Pihak berwenang akan terus mengusut tuntas jaringan provokator demi menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Bogor.
Advertisement
Sumber: AntaraNews