Hilang Kontak 6 Bulan, Anggota Pordasi DKI Ditemukan Meninggal, Kondisinya Mengenaskan
Pria berinisial HM asal Jakarta Timur ditemukan tewas di Gumuk Pasir Parangtritis. Keluarga mengungkap korban sempat pamit dan tak pulang selama enam bulan.
Seorang pria berinisial HM, warga Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, ditemukan meninggal dunia di kawasan Gumuk Pasir, Parangtritis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (28/1/2026). Saat ditemukan, kondisi korban menunjukkan sejumlah luka di bagian wajah dan kepala.
Berdasarkan informasi yang diterima, posisi jenazah HM terlentang di area semak rumput dengan kedua kaki menekuk. Mata korban dalam keadaan terbuka dan tampak lebam di sekitar bola mata.
Selain itu, ditemukan luka di pelipis kanan sepanjang sekitar 4 sentimeter, luka di pangkal hidung sekitar 1,5 sentimeter, lebam di sekitar mulut kiri, luka sobek pada daun telinga kiri sekitar 1,5 sentimeter dan telinga kanan sekitar 2 sentimeter, rahang kiri bengkak, serta lebam di bagian depan leher.
Pihak keluarga membenarkan bahwa korban merupakan anggota keluarga mereka.
“Ya benar, HM adalah keluarga kami,” ujar Agi, anak sambung almarhum, Kamis (29/1).
Riwayat Kepergian Korban
Agi mengungkapkan, HM yang bernama lengkap Herlan Matrusdi telah meninggalkan rumah sekitar enam bulan lalu. Saat itu, korban berpamitan kepada keluarga untuk mengikuti kegiatan Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) DKI Jakarta.
“Mau ke Pordasi,” ujar Agi mengingat perkataan almarhum kepada keluarga.
Menurut Agi, tidak ada kecurigaan dari pihak keluarga karena ayah sambungnya dikenal aktif di organisasi tersebut dan menjabat sebagai sekretaris umum. Ia juga menyebut korban tidak berangkat sendiri dan dijemput pihak lain, meski menggunakan kendaraan pribadi.
“Setahu saya mereka ya mau berkegiatan di Pordasi juga,” jelas Agi.
Setelah kepergian tersebut, korban tidak pernah kembali ke rumah. Namun, ia masih sempat menghubungi keluarga secara berkala. Sekitar satu bulan kemudian, korban sempat menyampaikan rencana ke Jawa, tanpa menjelaskan tujuan secara rinci, dan meminta agar hal tersebut tidak disampaikan kepada pihak lain.
“Saat tanya kabar dan posisi, almarhum hanya meminta didoakan agar masalahnya cepat selesai supaya bisa lekas pulang,” kenang Agi.
Kabar Simpang Siur Sebelum Penemuan Jenazah
Agi menambahkan, keluarga sempat menerima kabar bahwa korban meninggal dunia di Pandeglang akibat terjatuh di kamar mandi. Informasi tersebut diterima sekitar satu bulan lalu, namun dibantah langsung oleh korban saat dihubungi.
“Kami mendapatkan informasi bahwa kabar itu hoax tapi ketika ditanya kapan pulang, almarhum masih menjawab urusannya belum selesai dan mohon doanya,” ujar Agi.
Meski sempat muncul berbagai kabar, korban masih beberapa kali menghubungi keluarga melalui pesan singkat atau telepon, meski tanpa mengirimkan foto, video, maupun lokasi. Hal tersebut membuat keluarga tidak melaporkan korban sebagai orang hilang.
Agi menyebut, kabar duka kembali diterima keluarga pada Jumat (23/1). Namun, pesan dari ponsel korban menyatakan bahwa dirinya dalam kondisi baik. Setelah itu, nomor korban tidak lagi dapat dihubungi hingga keluarga mengetahui informasi penemuan jenazah HM pada Rabu (28/1).
“Saat sudah ramai di pemberitaan vlog YouTube, kami memastikan bahwa yang ditemukan itu adalah keluarga kami,” ujarnya.