Heboh Fenomena Pelangi Kembar di Aceh Besar, Ini Penjelasan BMKG

Jumat, 17 Juni 2022 15:58 Reporter : Alfath Asmunda
Heboh Fenomena Pelangi Kembar di Aceh Besar, Ini Penjelasan BMKG Pelangi kembar terlihat di Aceh Besar, Kamis (16/6). ©2022 Merdeka.com/Istimewa

Merdeka.com - Fenomena pelangi kembar terjadi di Kabupaten Aceh Besar, Kamis (16/6) kemarin. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Aceh menyebut fenomena itu merupakan kejadian meteorologis yang spektakuler dan langka.

Menurut Staf Ahli BMKG Provinsi Aceh, Andrean Simanjuntak, fenomena pelangi kembar ini secara fisis terjadi karena posisi matahari yang tidak terhalangi objek apa pun dan berada di bagian atas garis horizon.

"Pelangi terbentuk karena adanya proses fisika optik yang bekerja seperti dispersi, refleksi dan refraksi antara sinar matahari dan tetesan air dari awan cumulonimbus di atmosfer," katanya, Jumat (17/6).

2 dari 3 halaman

Pembiasan Cahaya

Andrean menjelaskan variasi warna pelangi terjadi karena pembiasan dari cahaya putih, dibiaskan saat terkena tetesan air hujan yang mengandung spektrum. Akibatnya, muncul banyak warna dengan panjang gelombang yang berbeda.

Warna merah memiliki panjang gelombang terpanjang sekitar 600 nanometer sedangkan terpendek yaitu warna ungu sekitar 400 nanometer. Pelangi umumnya berbentuk setengah lingkaran karena dibatasi garis horizon bumi.

Kejadian pelangi kembar di Aceh Besar yang banyak diabadikan warga itu merupakan proses pelangi biasa yang terjadi karena siklus hidrologi. Pelangi kembar muncul karena dibiaskan dua kali oleh tetesan air hujan. Pelangi kedua merupakan inversi dari pelangi pertama, seperti efek bayangan pada cermin.

3 dari 3 halaman

Terjadi di Bali Tahun Lalu

Warna pelangi pertama akan ada merah di bagian terluar lengkungannya, namun di pelangi kedua warna merah akan ada di bagian dalamnya jika dilihat lebih jelas tetapi salah satu kadang terlihat sedikit kabur.

"Fenomena pelangi kembar tidak bergantung pada musim tertentu, yang penting adanya siklus hidrologi yang menghasilkan awan cumulonimbus dan hujan serta keberadaan matahari yang cukup jelas," ungkap Andrean.

Tahun lalu, tuturnya, pelangi kembar juga pernah terjadi di Bali pada bulan Desember. “Durasinya sekitar sejam, setelah itu perlahan pudar hingga menghilang," jelasnya. [yan]

Baca juga:
Penampakan Fenomena Strawberry Moon di Sejumlah Negara
Daftar Wilayah Indonesia Dapat Sinar Matahari Paling Awal dan Akhir
Antusiasme Warga Amerika Selatan Menyaksikan Keindahan Fenomena Bulan Darah
Horor! Langit China Berwarna Merah Menyala, Ini Penyebabnya

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini