Hari Pahlawan 2018, berikut rangkaian kegiatan yang akan digelar

Jumat, 26 Oktober 2018 16:52 Reporter : Ibnu Siena
Hari Pahlawan 2018, berikut rangkaian kegiatan yang akan digelar Rapat Pleno ke-2 Hari Pahlawan. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Menjelang Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November 2018 mendatang, Ketua Umum Panitia Pusat Peringatan Hari Pahlawan, Agustanzil Sjahroezah mengatakan persiapan sejumlah kegiatan untuk mengenang para pahlawan sudah berjalan baik. Hal ini ia sampaikan dalam Rapat Pleno ke-2 Hari Pahlawan di ruang rapat lantai dua, Kementerian Sosial, Jakarta, Jumat (26/10).

"Insya Allah semuanya sudah dalam persiapan yang sudah bagus. Jadi memang dari tahun ke tahun itu yang saya gembira itu bahwa ini semua tidak hanya jadi seremonial, jadi ada makna yang bisa diambil," katanya.

Dalam peringatan Hari Pahlawan nanti, sejumlah rangkaian kegiatan akan digelar. Di antaranya wisata sejarah yang sudah digelar Kamis (25/10), dengan mengunjungi Museum Kebangkitan Nasional dan Museum Sasmita Loka Ahmad Yani yang melibatkan pelajar di DKI Jakarta.

Selanjutnya pada 29-31 Oktober nanti akan digelar Jelajah Kapal Kepahlawanan dengan menggunakan KRI Makassar diikuti 400 pemuda. Selama perjalanan para pemuda akan melakukan bakti sosial dan mengunjungi museum Fort Rotterdam.

Pada 9 November akan digelar penganugerahan pahlawan nasional oleh Presiden Joko Widodo dan ramah tamah dengan keluarga pahlawan. Kemudian pada 10 November akan digelar ziarah nasional di makam pahlawan Kalibata, dan tabur bungan di laut menggunakan KRI Banda Aceh.

rapat pleno ke 2 hari pahlawan

Rapat Pleno ke-2 Hari Pahlawan ©2018 Merdeka.com

"Tanggal 8 atau 9 November tergantung waktu Presiden itu akan ada penganugerahan gelar pahlawan. 10 November ada ziarah nasional di TPU Kalibata dan tabur bunga di perairan teluk Jakarta," jelas Agustanzil.

Libatkan Pemuda

Agustanzil menegaskan di setiap acara peringatan Hari Pahlawan melibatkan para kaum muda. Hal ini kata dia, diharapkan dapat membangkitkan kesadaran pemuda untuk semangat bersatu dan memupuk persatuan.

"Karena pahlawan-pahlawan dulu mereka itu di usia muda mulai berpikir tentang kebangsaan, kenegaraan. Jadi jangan sampai nanti kaum muda tuh hanya berpikir ‘wah itu urusan orangtua’, padahal dulu masih muda pejuang-pejuang kita itu memikirkan," katanya.

"Dulu juga Bung Hatta, Bung Syahrir sekolah di Belanda lulus toh mereka balik lagi untuk berjuang di daerah terjajah. Kita mengharapkan bapak-bapak pendiri negara yang sudah mengantarkan kita ke gerbang kemerdekaan, kita harapkan kita semua ini yang mengisi. Yang paling penting adalah bagaimana kita bersatu untuk mengukuhkan kedaulatan bangsa ini, karena dengan bangsa yang berdaulatlah kita bisa mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Dan ini harus anak mudanya," tutupnya.

Baca juga:
Tak tergerus perubahan, kesetiakawanan sosial itu masih ada
Mensos soal Prabowo sebut 99% rakyat Indonesia hidup pas-pasan: Itu asumsi sendiri
Kemensos bantu pengembangan kelompok usaha bersama bidang perikanan
Kemensos apresiasi UNICEF bantu korban Sulteng dengan 10.500 paket untuk anak-anak
Yayasan Perempuan untuk Negeri gelar drama musikal untuk bantu korban gempa Lombok

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini