Jakarta, 04 Oktober – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) secara signifikan memperketat koordinasi penggunaan alat berat dalam operasi pencarian korban. Langkah ini diambil menyusul robohnya bangunan bertingkat Pondok Pesantren Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, yang telah memasuki hari keenam.
Direktur Operasi Basarnas, Yudhi Bramantyo, menjelaskan bahwa keputusan ini didasari oleh pengalaman sehari sebelumnya yang menunjukkan perlunya pengaturan lebih rinci antara operator alat berat dan tim penyelamat di lapangan. Koordinasi yang lebih ketat ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas evakuasi serta menjamin keselamatan seluruh personel yang bertugas.
Operasi pencarian yang berlangsung di lokasi bencana ini menjadi fokus utama tim SAR gabungan, dengan tujuan utama menemukan dan mengevakuasi korban yang masih tertimbun reruntuhan. Penyesuaian strategi ini diharapkan membawa dampak positif pada kelancaran dan kecepatan proses pencarian.
Advertisement
Advertisement
Dalam upaya mempercepat proses pencarian korban robohnya Pondok Pesantren Al-Khoziny, Basarnas telah menerapkan strategi koordinasi yang lebih ketat. Yudhi Bramantyo menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan Dandim selaku penanggung jawab alat berat untuk memastikan penggunaannya lebih tepat sasaran.
“Kami sudah koordinasi dengan Dandim selaku penanggung jawab alat berat agar penggunaannya lebih tepat. Ada beberapa titik yang sebaiknya tidak digarap alat berat, tetapi dilakukan manual oleh personel kami,” kata Yudhi di posko media center darurat.
Kondisi lapangan menunjukkan bahwa di beberapa lokasi, serpihan beton harus dipotong terlebih dahulu bagian strukturnya sebelum tim penyelamat dapat turun langsung. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap tahapan evakuasi dilakukan dengan perhitungan matang dan meminimalkan risiko bagi tim SAR.
Advertisement
Pembagian tim menjadi tiga sektor juga dilakukan untuk mempercepat area pencarian. Setiap sektor memiliki fokus dan metode penanganan yang berbeda, disesuaikan dengan kondisi reruntuhan di lokasi tersebut, guna mengoptimalkan upaya pencarian santri Al Khoziny.
Advertisement
Operasi pencarian ini tidak lepas dari berbagai tantangan, terutama mengingat kompleksitas reruntuhan bangunan bertingkat tersebut. Data Basarnas mencatat bahwa pada Jumat (3/10), tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi sembilan jenazah melalui kombinasi metode manual dan dukungan alat berat.
Meskipun demikian, proses di beberapa titik memakan waktu lebih lama karena posisi korban yang sulit dijangkau. Hal ini menjadi salah satu alasan utama mengapa Basarnas menekankan pentingnya koordinasi yang presisi antara alat berat dan personel manual.
Prioritas utama Basarnas dalam setiap operasi adalah keselamatan personel. Yudhi Bramantyo menegaskan, “Tetapi tetap prinsipnya, keselamatan personel nomor satu.” Pernyataan ini menunjukkan komitmen Basarnas untuk melindungi tim penyelamat dari potensi bahaya yang mungkin timbul selama proses evakuasi.
Advertisement
Pengaturan ulang penggunaan alat berat dan metode manual ini diharapkan dapat mengurangi risiko kerja di lapangan. Dengan demikian, tim dapat bekerja lebih aman dan fokus pada tugas utama mereka, yaitu pencarian santri Al Khoziny yang masih hilang.
Advertisement
Koordinasi yang lebih ketat ini diharapkan dapat mempercepat proses pencarian yang kini telah memasuki hari keenam pascarobohnya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny. Setiap jam yang berlalu sangat berharga dalam upaya menemukan korban yang masih tertimbun.
Selain upaya teknis di lapangan, Basarnas juga meminta dukungan doa dari masyarakat luas. Doa ini diharapkan dapat memberikan kelancaran bagi seluruh rangkaian operasi dan memastikan hasil pencarian bisa maksimal demi kemanusiaan.
Efektivitas operasi pencarian santri Al Khoziny sangat bergantung pada sinergi antara berbagai elemen tim SAR dan dukungan logistik yang memadai. Dengan strategi yang diperbarui, Basarnas optimistis dapat mencapai hasil terbaik dalam kondisi yang menantang ini.
Advertisement
Upaya tanpa henti terus dilakukan oleh tim SAR gabungan, menunjukkan dedikasi tinggi dalam misi kemanusiaan ini. Masyarakat diharapkan terus memantau informasi resmi dari Basarnas terkait perkembangan operasi pencarian.
Sumber: AntaraNews