Harganya Mahal dan Cocok Buat Kurban, Ini Tips Beternak Sapi Limosin
Merdeka.com - Menjelang Hari Raya Iduladha 1444 H, hewan kurban, terutama sapi, menjadi buruan. Harganya pun turut melambung karena banyaknya permintaan pasar. Salah satu hewan kurban yang menjadi primadona sapi Limosin yang harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah, dengan bobot yang bisa mencapai 1.000 kilogram lebih. Sapi-sapi dengan berat tersebut kerap menjadi buruan para pesohor negeri untuk dikurbankan.
Seperti sapi limosin milik seorang polisi asal Kota Padang Panjang, Sumatera Barat Aipda Eko Setiawan (38). Sapi yang dipelihara selama 2 tahun itu kini dipilih Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk hewan kurban Iduladha 1444 Hijriah. Sewaktu dibeli seharga Rp35 juta masih berumur dua tahun dan kini berumur 4 tahun 3 bulan dengan berat 1.080 kilogram.
"Allhamdulillah sapi saya terpilih, saya senang. Ini pertama kalinya sapi saya terpilih untuk sapi kurban Presiden di Sumbar," kata Eko kepada merdeka.com, Senin (19/6).
Eko yang menjabat sebagai Ps KASPK Polsek Padang Panjang itu menyampaikan, untuk pakan hingga perawatan, diawasi langsung oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Padang Panjang.
Sapi limosin miliknya diberi makan rumput dan konsentrat sapi. Meski sudah dipilih Jokowi, namun Eko masih menunggu kepastian dari tim Sekretariat Negara yang akan turun langsung ke Padang Panjang untuk melakukan penetapan harga.
"Kalau kita menawarkan harga sapi itu Rp120 juta, semoga saja nanti disetujui. Kabarnya minggu ini tim Setneg akan datang ke Kota Padang Panjang," tuturnya.
Cara Ternak Sapi Limosin
Ternak sapi Limosin bisa menjadi bisnis yang sangat menguntungkan. Dikutip dari website Kementerian Pertanian, salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam beternak Limosin adalah memperhatikan kandang. Itu sebabnya, pembangunan kandang harus memperhatikan fungsinya sebagai tempat berlindung dari bahaya dan cuaca ekstrem.
Selain itu, kandang juga berguna untuk prasarana reproduksi, produksi dan beraktivitas bagi ternak. Tujuan pemeliharaan sapi juga mesti dijadikan dasar pertimbangan dalam mendirikan kandang. Jika pemeliharaan ditujukan untuk ternak sapi perah harus memilih lokasi berhawa sejuk hingga dingin untuk perkandangan.
Sebaliknya, peternakan sapi potong, tidak mutlak bertempat di dataran tinggi namun juga bisa memilih dataran rendah.
Kemudian, dari segi kondisi perkandangan, antara peternakan sapi potong dan perah pun berbeda. Kalau untuk sapi perah, di kandang harus selalu tersedia air.
Sementara itu, kandang sapi potong cenderung kering atau bebas lembap. Pemilihan lokasi yang sesuai dapat mempengaruhi jalannya usaha. Sehingga lokasi usaha perlu disesuaikan dengan jenis dan pengembangan usaha nantinya. Misalnya, usaha pembibitan dan pembesaran membutuhkan lokasi yang berbeda.
Itu sebabnya perlu mencari lokasi yang sesuai untuk kandang sapi limosin. Lokasi yang dipilih sebaiknya dekat dengan sumber pakan alami, seperti area sawah, ladang atau perkebunan. Lokasi yang berada di dekat sumber pakan dapat memudahkan untuk mengefisiensikan biaya pakan, karena pakan dapat memanfaatkan limbah dari sawah, ladang dan kebun. Bahan pakan yang berasal dari limbah pertanian atau perkebunan yang sering digunakan adalah jerami dan dedak.
Selain itu, membangun kandang peternakan dengan model ranch atau gembalaan, lahan yang dipilih harus cukup luas. Pasalnya, lahan tersebut diperlukan untuk menggembalakan ternak dan menjadi tempat pemasok pakan untuk ternak.
Pembangunan kandang sebaiknya jangan merusak pohon di lokasi tersebut. Pohon tersebut dapat berguna untuk memecah angin sehingga kandang tidak diterpa secara langsung oleh angin yang terlalu kencang.
Selain pemecah angin, pohon di sekitar peternakan juga dapat berfungsi sebagai pembatas dan penyaring bau, debu, serta kebisingan yang dapat menyebabkan ternak stres.
Lokasi untuk peternakan sapi limosin juga harus memiliki permukaan yang landai, agar memudahkan pekerja ketika membangun kandang dan keluar masuk kendaraan yang mengangkut keperluan peternakan dari kandang.
Lokasi peternakan yang paling ideal berada jauh dari perumahan, industri dan pertambangan. Kandang ternak yang terlalu dekat dengan perumahan dapat menyebabkan warga sekitar terganggu dengan bau dan limbah kandang.
Namun jika terpaksa membangun kandang dekat perumahan, bangunlah tembok setinggi tiga meter sebagai peredam angin agar warga sekitar tidak menghirup aroma yang kurang sedap dari kandang.
Kandang yang mudah diakses dari jalan besar dapat membantu proses produksi untuk mengangkut kebutuhan operasional produksi serta hasil masuk dan keluar perusahaan.
Keunggulan Sapi Limosin
Sapi Limosin mempunyai pertumbuhan yang lebih cepat dibanding dengan jenis sapi yang lain, sehingga sapi ini sangat cocok dijadikan sebagai usaha budidaya.
Ukuran berat badannya lebih dari jenis sapi lain sehingga mempunyai daging yang lebih banyak. Sapi ini mempunyai daging dengan kualitas yang baik dan cocok untuk dijadikan makanan konsumsi. Waktu untuk penggemukan sapi limosin lebih pendek dan cepat.
Sapi limosin lebih tahan terhadap penyakit yang biasa menyerang sapi terutama penyakit antraks.
Sapi limosin memang terkenal kebal penyakit. Meski demikian harus melakukan perawatan agar tidak merogoh kocek dalam saat terjadi sapi sakit.
Untuk perawatan bisa memberikan sapi limosin obat cacing, antibiotik maupun vaksin. Usahakan agar selalu membersihkan kotoran di kandang sapi setiap hari, ini untuk menjaga kesehatan sapi dan juga agar sapi tidak mengalami stress. Anda juga bisa rutin memotong kuku sapi, karena pada kondisi tertentu kuku sapi yang terlalu panjang akan membuat sapi tidak nyaman dan membuat kakinya sakit.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya