Hangtuah Jakarta tengah berupaya keras untuk memperkuat skuadnya menjelang ketatnya persaingan Indonesian Basketball League (IBL) musim ini. Tim yang bermarkas di GOR Ciracas ini secara aktif mencari guard lokal yang memiliki konsistensi dan akurasi tembakan yang mumpuni. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap evaluasi performa tim yang dinilai belum optimal.
Pelatih Hangtuah Jakarta, Wahyu Widayat Jati, mengindikasikan bahwa timnya akan memanfaatkan jendela transfer pemain lokal yang akan dibuka pekan depan. Kesempatan ini akan digunakan semaksimal mungkin untuk mendatangkan amunisi baru yang sesuai dengan kebutuhan tim. Tujuannya adalah untuk meningkatkan daya saing dan stabilitas performa di liga basket tertinggi Indonesia.
Kebutuhan akan guard lokal yang berkualitas ini semakin terasa setelah Hangtuah Jakarta menelan kekalahan 81-98 dari Pelita Jaya Jakarta di GMSB, Kuningan, pada Jumat malam. Kekalahan tersebut menjadi pemicu utama bagi evaluasi menyeluruh, khususnya terkait kontribusi dan konsistensi para pemain lokal tim.
Advertisement
Advertisement
Evaluasi Performa dan Kebutuhan Tim
Kekalahan dari Pelita Jaya Jakarta menjadi bahan evaluasi penting bagi Hangtuah Jakarta. Pelatih Wahyu Widayat Jati secara terang-terangan mengakui bahwa kualitas pemain timnya saat ini memang demikian adanya. “Ya mungkin kualitas pemain saya sekarang memang begini adanya, jadi nanti kami ada break lumayan, itu mungkin bisa kami pakai untuk memperbaiki, salah satunya melakukan trade,” kata Wahyu setelah pertandingan.
Evaluasi ini menyoroti kurangnya kontribusi yang konsisten dari pemain lokal, terutama di lini belakang. Tim membutuhkan tambahan kekuatan yang signifikan agar mampu bersaing dengan tim-tim papan atas IBL. Wahyu menilai bahwa timnya memerlukan guard lokal yang tidak hanya konsisten dalam mencetak poin, tetapi juga efektif dalam tembakan jarak jauh dan penetrasi ke area pertahanan lawan.
Selain posisi guard, lini sayap juga menjadi perhatian utama. Hangtuah membutuhkan pemain sayap yang mampu membuka ruang serangan dan menciptakan peluang bagi rekan setim. Fokus pada posisi-posisi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas ofensif tim secara keseluruhan.
Advertisement
Advertisement
Strategi Peningkatan Produktivitas dan Konsistensi
Wahyu Widayat Jati mengamati bahwa sejumlah tim pesaing di IBL memiliki guard lokal dengan kemampuan mencetak angka yang stabil di setiap pertandingan. Keberadaan pemain seperti itu memberikan dampak besar pada performa tim secara keseluruhan. Kondisi ini menjadi acuan bagi Hangtuah Jakarta dalam menyusun rencana perbaikan selama jeda kompetisi.
Meskipun posisi pemain besar (bigman) di Hangtuah saat ini dianggap sudah cukup solid, fokus perbaikan tim lebih diarahkan pada peningkatan produktivitas dari luar area paint. “Selama ini kami cukup berjuang di posisi itu maupun sayap,” ujar legenda bola basket Indonesia tersebut. Evaluasi ini diharapkan dapat meningkatkan konsistensi permainan tim dan membuat mereka lebih kompetitif.
Kapten Hangtuah Jakarta, Diftha Pratama, turut menyampaikan pandangannya mengenai inkonsistensi tim. Menurutnya, tim belum mampu menjalankan game plan dari pelatih secara konsisten. “Ketika di kuarter ketiga performa kami kembali kembali negatif, bahkan kuarter keempat saat ingin mencoba mengejar, justru lawan semakin tampil tajam dan kami menurun,” kata Diftha, menggambarkan tantangan yang dihadapi tim di lapangan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews