Hangatnya Persaudaraan di Tengah Dinginnya 18 Derajat Celsius: Festival Musim Dingin TTS Pererat Ikatan Warga Mollo

Festival Musim Dingin TTS di Fatukolen, Mollo, bukan sekadar hiburan. Acara ini menjadi ruang kebersamaan, memperkuat kekeluargaan, dan wadah ekspresi seni. Simak selengkapnya!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Hangatnya Persaudaraan di Tengah Dinginnya 18 Derajat Celsius: Festival Musim Dingin TTS Pererat Ikatan Warga Mollo
Festival Musim Dingin TTS di Fatukolen, Mollo, bukan sekadar hiburan. Acara ini menjadi ruang kebersamaan, memperkuat kekeluargaan, dan wadah ekspresi seni. Simak selengkapnya! (Merdeka.com)

Festival Musim Dingin 2025 yang digelar di Bukit Fatukolen, Desa Tunua, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), telah sukses dilaksanakan. Acara ini berlangsung meriah pada Sabtu sore, 6 September, menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah. Kehadiran festival ini menandai sebuah perayaan budaya dan kebersamaan di tengah dinginnya udara Mollo.

Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, bersama Ketua DPRD NTT Emelia Julia Nomleni dan Bupati TTS Eduard Markus Lioe, turut hadir memeriahkan festival tersebut. Wagub Johni menegaskan bahwa Festival Musim Dingin TTS memiliki makna mendalam sebagai ruang kebersamaan. Ia juga menekankan pentingnya memperkuat nilai kekeluargaan dan kekerabatan di seluruh wilayah Kabupaten TTS.

Festival ini bukan hanya sekadar ajang hiburan semata, melainkan sebuah momentum krusial untuk menjaga ikatan sosial masyarakat. Di tengah arus perubahan zaman yang semakin modern, kegiatan semacam ini menjadi sangat relevan. Berbagai rangkaian acara disuguhkan, mulai dari tarian tradisional hingga pameran UMKM, semuanya bertujuan memperkuat harmoni sosial dan ekonomi lokal.

Mempererat Persaudaraan dan Ikatan Sosial Warga Mollo

Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, dalam sambutannya menyatakan bahwa Festival Musim Dingin TTS menjadi simbol kuat bagi kebersamaan. Menurutnya, festival ini secara efektif memperkuat nilai-nilai kekeluargaan dan kekerabatan yang telah lama menjadi pondasi masyarakat Mollo. Kehadirannya disambut hangat dengan prosesi adat Natoni serta pengalungan kain tenun khas Mollo dari para tua adat, menunjukkan kuatnya tradisi.

Beliau juga menekankan bahwa esensi Festival Musim Dingin ini melampaui sekadar hiburan semata. Ini adalah kesempatan berharga untuk menjaga dan memelihara ikatan sosial masyarakat di tengah tantangan modernisasi. Interaksi langsung antara pejabat dan warga, termasuk saat Wagub Johni bernyanyi bersama, menciptakan suasana akrab yang penuh kehangatan.

Momentum ini diharapkan dapat terus membangkitkan rasa memiliki dan solidaritas di antara warga. Dengan demikian, semangat persaudaraan yang terjalin selama Festival Musim Dingin TTS dapat menjadi kekuatan pendorong utama. Kekuatan ini sangat penting dalam upaya pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Wadah Ekspresi Seni dan Dukungan Ekonomi Lokal Melalui UMKM

Selain sebagai ajang pemersatu, Festival Musim Dingin TTS juga menjadi sarana vital bagi generasi muda untuk berekspresi dan mengembangkan bakat seni mereka. Wagub Johni Asadoma secara khusus mengapresiasi festival ini sebagai wadah yang baik bagi anak-anak. Mereka dapat tampil, menyalurkan hobi, bahkan berpotensi menjadikannya profesi yang bermanfaat di masa depan.

Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah Grup Dance Kici Ana FBS yang tampil energik. Grup ini bahkan akan mewakili Indonesia pada The Annual Indonesia Remarkable Festival 2025 di Washington DC, sebuah prestasi membanggakan. Keberadaan panggung bagi bakat lokal menunjukkan komitmen festival dalam memajukan potensi seni daerah.

Dukungan terhadap ekonomi lokal juga menjadi fokus utama dalam Festival Musim Dingin TTS. Berbagai produk lokal dari UMKM masyarakat Mollo dipamerkan dalam festival tersebut. Wagub Johni menyempatkan diri berbelanja di beberapa stan sebagai bentuk dukungan nyata, menegaskan bahwa "Dengan berbelanja di UMKM, kita ikut mendorong peningkatan ekonomi masyarakat."

Antusiasme Warga di Tengah Dinginnya Fatukolen

Meskipun udara di Bukit Fatukolen mencapai 18 derajat Celsius yang cukup dingin, ribuan warga tetap menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka berbondong-bondong mengikuti seluruh rangkaian acara Festival Musim Dingin TTS dengan semangat. Panorama alam Fatukolen yang hijau semakin menambah keindahan suasana festival, menciptakan pengalaman tak terlupakan bagi pengunjung.

Rangkaian acara yang disuguhkan sangat beragam, meliputi tarian tradisional yang memukau, fashion show yang kreatif, hingga konser musik yang menghibur. Selain itu, pameran UMKM juga menjadi daya tarik tersendiri, memungkinkan warga dan pengunjung untuk menjelajahi produk-produk khas Mollo. Keberagaman ini memastikan ada sesuatu untuk setiap pengunjung.

Antusiasme yang luar biasa ini membuktikan bahwa Festival Musim Dingin 2025 di Fatukolen tidak hanya dikenal karena udara dinginnya. Lebih dari itu, festival ini dikenal karena hangatnya persaudaraan masyarakat yang menjadi kekuatan utama pembangunan. Semangat kebersamaan ini adalah aset berharga bagi kemajuan Timor Tengah Selatan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi