Hamdan Zoelva khawatir Donald Trump keluarkan kebijakan kontroversi
Merdeka.com - Ketua Umum Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam (SI) Indonesia, Hamdan Zoelva mengaku khawatir atas terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat. Kekhawatiran muncul lantaran Trump kerap mengeluarkan pernyataan kontroversi tentang Islam.
Hamdan menilai, pernyataan seperti itu bisa saja mempengaruhi kebijakan yang dikeluarkan pemerintah Amerika di bawah kepemimpinan Trump. Seperti kebijakan yang pernah dikeluarkan Presiden Amerika ke-43, George Walker Bush yang memicu peperangan di Timur Tengah.
"Saya sudah sampaikan begini, yang menimbulkan perang di Timur Tengah adalah kebijakan Presiden Bush, yang sampai sekarang tidak terselesaikan. Jadi jangan sampai satu kali kebijakan itu pengaruhnya puluhan tahun ke depan, untuk membangun kembali perdamaian dunia, itu yang saya khawatirkan, mudah-mudahan tidak," kata Hamdan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (9/11).
Kendati merasa khawatir, Hamdan mengaku menaruh harapan kepada Trump agar menjadi Presiden yang bisa berbuat adil dan mengutamakan kepentingan negara. Dia menambahkan, berdasarkan pengalaman, banyak kepala negara menggunakan strategi kontroversi saat kampanye namun menjadi adil setelah terpilih.
"Karena keputusan-keputusannya bukan lagi keputusan personal tapi keputusan sebagai kepala negara. Sebagai bahan kampanye itu lazim saja untuk meraih suara warga, tetapi saya memiliki keyakinan bahwa setelah menjadi presiden, tentu sikapnya adalah sikap negara, bukan sikap perseorangan," jelas dia.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini menambahkan, meskipun Trump dikenal dengan pernyataan kontroversinya, Indonesia perlu membangun komunikasi yang baik dengan Amerika. Sebab, Amerika adalah salah satu mitra Indonesia dalam dunia perdagangan.
"Kita tetap harus membangun komunikasi yang baik, kita harus membangun hubungan yang baik dengan Amerika karena ini hubungan antar negara, bukan persoalan ras," ucap dia.
Lebih lanjut, Hamdan menuturkan, Indonesia harus siap menghadapi konsekuensi bersahabat dengan Amerika yang akan dipimpin kepala negara dari Partai Republik.
"Gaya seorang Presiden dari Republik, akan selalu berbeda dengan gaya dari Demokrat. Republik itu model koboi, Demokrat itu hak asasi manusia dan pendekatan-pendekatan yang progresif. Jadi kita harus siap menghadapi model tersebut," tutup dia. (mdk/sho)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya