Hakim Nilai Perbuatan Bahar bin Smith Rugikan Nama Baik Ulama dan Santri

Selasa, 9 Juli 2019 15:23 Reporter : Aksara Bebey
Hakim Nilai Perbuatan Bahar bin Smith Rugikan Nama Baik Ulama dan Santri Sidang Bahar bin Smith. ©2019 Merdeka.com/Aksara Bebey

Merdeka.com - Kasus penganiayaan yang dilakukan Bahar bin Smith dinilai mencoreng nama baik pemuka agama. Untuk itu, hukuman kurungan selama tiga tahun penjara dianggap pantas diberikan.

Vonis terhadap Bahar disampaikan oleh ketua majelis hakim Edison Muhammad dalam sidang putusan yang digelar di Gedung Arsip dan Perpustakaan, Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (9/7).

"Keadaan memberatkan terdakwa pernah dihukum, perbuatan terdakwa mengakibatkan dua orang menjadi korban dan perbuatan terdakwa merugikan nama baik ulama dan santri di lingkungan pesantren," ucapnya.

Di samping itu, hal yang dianggap meringankan adalah Bahar bersikap sopan, mengakui perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

"Terdakwa juga sudah berdamai dengan salah satu saksi korban Cahya Abdul Jabar, dan sudah meminta maaf kepada saksi korban Muhammad Khoerul Aumam Al Mudzaqi alias Zaki," kata hakim.

Majelis hakim menegaskan latar belakang pemberian hukuman penjara selama tiga tahun kepada Bahar untuk pembinaan dan pembelajaran kepada Bahar atas perbuatannya.

"Majelis menilai pidana yang dijatuhkan sebagaimana dalam amar putusan patut, tepat dan adil sebagaimana tingkat kesalahan terdakwa," ucapnya.

Majelis hakim menyatakan bahwa Bahar bin Smith terbukti bersalah sesuai pasal Pasal 333 ayat (2) KUHPidana dan atau Pasal 170 ayat (2), dan Pasal 80 ayat (2) Jo Pasal 76 C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Seperti diketahui, Bahar bin Smith menganiaya dua remaja yaitu Cahya Abdul Jabar dan Muhammad Khoerul Aumam Al Mudzaqi alias Zaki pada Desember 2018. Peristiwa itu dlterjadi di pesantren Tajul Alawiyin, Bogor.

Bahar disebut memerintahkan anak buahnya bernama Agil Yahya dan Abdul Basith Iskandar (didakwa terpisah) menjemput kedua korban. Perintah itu datang setelah korban diketahui mengaku-ngaku sebagai Bahar dalam sebuah kegiatan di Bali. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Habib Bahar
  3. Penganiayaan
  4. Bandung
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini