Hadapi persaingan global, Kemenpora resmikan Politeknik Olahraga Indonesia
Merdeka.com - Politeknik Olahraga Indonesia (POI) yang bertempat di Palembang, Sumatera Selatan, diresmikan hari ini. Peresmian ditandai dengan pemukulan gong oleh Gubernur Sumatera Selatan Alex Nurdin bersama Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta.
Isnanta mengatakan pemerintah mendirikan POI bukan semata-sama untuk mencetak sarjana olahraga. Menurutnya, pemerintah memiliki tujuan besar dalam menghadapi kebutuhan global persaingan olahraga yang sangat kompetitif.
"Untuk bisa bersaing dan punya daya saing harus punya keilmuan olahraga yang berbasis konsep ke depan. Konsep ke depan itu tantangan bahwa olahraga sudah menjadi industri. Kalau sudah jadi industri berarti kita harus punya daya saing," katanya, Rabu (22/11).
Menurutnya, untuk meningkatkan prestasi olahraga Indonesia maka kepelatihan harus lebih dominan. Pihaknya juga optimis bisa mencetak SDM yang memiliki kompetensi dalam hal ketrampilan teknik. Hal itu menurutnya harus dipersiapkan dari sekarang.
"Bukan berarti fakultas yang sudah ada kita kesampingkan seperti pendidikan jasmani, ilmu keolahragaan dan lainya tapi kita punya segmen yang berbeda. Kalau fakultas olahraga dengan branding pendidikan jasmani berarti mereka dicetak untuk menjadi guru penjas di sekolah dan juga olahraga non prestasi. Di fakultas lain juga ada ilmu kepelatihan, di POI juga ilmu kepelatihan, yang membedakan di politeknik ini lebih ke lapangan tapi keilmuan juga dikuatkan," katanya.
Pihaknya berharap mahasiswa yang terseleksi merupakan mahasiswa yang mempunyai skill dan latarbelakang olahraga yang kuat. Sementara itu, Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi, Kemenpora Samsudin menyampaikan, di angkatan pertama, POI menerima 90 mahasiswa yang terdiri dari 30 mahasiswa di Program Studi Manajemen Industri Olahraga (D4), 30 mahasiswa di Kepelatihan Olahraga (D4) dan 30 mahasiswa di Analisis Performa Olahraga (D4).
"Untuk tahun pertama penerima mahasiswa tahun ajaran 2017/2018 semua biaya perkuliahan di tanggung Kemenpora bahkan diberikan uang saku. Untuk angkatan ke dua dan angkatan ke tiga penerimaan mahasiswa baru untuk tiap tahunnya juga ditanggung Kemenpora sedangkan di tahun ke empat biaya kuliah akan dipertimbangkan untuk dibagi dua oleh orangtua mahasiswa yang bersangkutan," katanya.
Pembangunan dan pengelolaan Politeknik Olahraga Indonesia (POI) yang dibangun di kompleks Jakabaring Sport City (JSC) Palembang ini merupakan kerjasama antara Kemenpora dengan Pemprov Sumsel. (mdk/dan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya