Gubernur NTB Harap Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika Tingkatkan Perekonomian Warga

Jumat, 17 Mei 2019 23:29 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah
Gubernur NTB Harap Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika Tingkatkan Perekonomian Warga Mandalika. ©Kementerian PUPR

Merdeka.com - Gubenur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah mengatakan, percepatan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika untuk menjadi tuan rumah untuk Moto GP pada tahun 2021. Menurut dia, pemerintah saat itu tengah mengebut pembangunan sejumlah fasilitas untuk mendukung ajang balap motor International tersebut.

"Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mempercepat pembangunan di KEK Mandalika, selanjutnya untuk anggaran semua sudah ditanggung Pemerintah Pusat, bahkan kontruksi paling lambat sampai Januari tahun depan, jalan by pass luasnya mencapai 50 meter sehingga luas sekali dan Bandara juga akan kami perpanjang dan perbesar itu semua merupakan langkah kami untuk melakukan persiapan menjadi tuan rumah Moto GP 2021," kata Zulkieflimansyah saat mendampingi Presiden Joko Widodo meninjau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Jumat (17/5).

Dia berharap pembangunan fasilitas pendukung Moto GP 2021 memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat NTB. Menurut dia, Kawasan Mandalika sangat indah dan merupakan karunia Allah yang luar biasa.

"Saya juga berharap dengan rampungnya KEK Mandalika dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di Provinsi NTB ditambah setelah ajang Moto GP nanti semakin banyak turis lokal maupun mancanegara yang semakin mengenal dan berkunjung NTB," uja dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi Jokowi meninjau perkembangan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Lombok, Nusa Tenggara Barat. Dia juga meninjau pembangunan sirkuit Moto GP yang berada di kawasan ini.

Menurut dia, saat ini berbagai fasilitas sudah dibangun untuk mendukung KEK Mandalika dan sirkuit MotoGP. Jokowi memastikan seluruh infrastruktur serta fasilitas pendukung yang berkaitan dengan ajang MotoGP 2021 rampung pada 2020.

"Kita juga ingin fasilitas yang berkaitan dengan Moto GP 2021 itu juga segera dikerjakan. Airport sudah, jalan sudah penetapan lokasi sehingga kita harapkan konstruksi paling lambat itu di Januari 2020," ucap Jokowi saat meninjau lokasi KEK Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (17/5/2019).

Jokowi menegaskan penyelenggaraan MotoGP ini merupakan upaya pemerintah menggerakkan perekonomian di Lombok. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu berharap peningkatan perekonomian di Lombok dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional.

"Kita mengharapkan ini nanti ada sebuah titik pertumbuhan ekonomi baru yang secara agregat nasional nanti bisa memberikan support juga pada pertumbuhan ekonomi nasional," jelas dia.

Jokowi pun merasa senang dengan perkembangan pembangunan di KEK Mandalika. Dalam peninjauan ini, Jokowi ingin memastikan pembangunan sejumlah fasilitas dasar yang layak bagi sebuah kawasan pariwisata berjalan sebagaimana mestinya.

Dipandu oleh Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Abdulbar M. Mansoer, Jokowi mendapat penjelasan mengenai perkembangan pembangunan fasilitas umum seperti toilet bagi para wisatawan hingga penyediaan air bersih. Dia menuturkan pembangunan fasilitas di kawasan ini menggunakan standar yang tinggi.

"Fasilitas di sini juga sudah mulai dibangun tadi. Coba nanti dilihat toilet umumnya seperti apa standarnya. Standar tinggi saya kira dimulai sejak awal sehingga jangan sampai kawasan yang sudah sangat indah dan bagus pemberian Allah ini menjadi tidak baik karena salah manajemen dari awal," tuturnya.

Untuk mendukung kawasan wisata tersebut, ITDC juga telah menyelesaikan kawasan yang dimaksudkan bagi para pelaku UMKM dengan mendirikan bazar UMKM di dalam kawasan itu.

Nantinya, bazar tersebut akan dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM dan masyarakat yang berdomisili di sekitar kawasan tersebut untuk menjajakan cendera mata, kuliner, dan jasa-jasa lain bagi para wisatawan.

Dalam kesempatan ini, Jokowi didampingi Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana, dan Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah. [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini