Gubernur Koster Tak Tergoda Buru-Buru Buka Pariwisata di Bali

Senin, 15 Juni 2020 12:49 Reporter : Moh. Kadafi
Gubernur Koster Tak Tergoda Buru-Buru Buka Pariwisata di Bali Bule surfing di Pantai Kuta. ©2015 merdeka.com/gede nadi jaya

Merdeka.com - Gubernur Bali Wayan Koster tidak akan tergoda untuk segera membuka objek pariwisata di Pulau Dewata di tengah situasi pandemi Covid-19.

"Kita jangan terburu-buru atau terpancing dengan sodokan-sodokan agar kita ini cepat membuka tempat pariwisata," kata Koster, saat memberikan sambutan di Rapat Paripurna, di Gedung DPRD, Provinsi Bali, Senin (15/6).

Koster mengaku sudah mendapat arahan dari Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo agar tidak terburu-buru membuka pariwisata di Bali.

"Beliau mengingatkan kepada Saya. Bapak Gubernur jangan buru-buru membuka pariwisata harus betul-betul sangat hati-hati dan terlebih dahulu memastikan bagaimana dinamika perkembangan Covid-19 di Bali ini," ujar Koster.

Koster menegaskan sikapnya untuk tidak hanya mementingkan kepentingan ekonomi dan bisnis.

"Saya tidak dalam posisi mengikuti keluhan sejumlah pelaku pariwisata yang ingin cepat-cepat buka. Hati-hati, karena Bapak Presiden pun sudah memberikan arahan agar kita berhati-hati dan negara-negara lain juga belum memperbolehkan (warga) negaranya keluar dari negaranya (atau) masuk ke negaranya," imbuh Koster.

Dia lantas mencontohkan Negara Singapura yang sampai bulan Desember belum menerima warga asing masuk ke negaranya. Warga Singapura juga dilarang keluar dari negaranya.

1 dari 1 halaman

Pelaku Bisnis Diminta Bersabar

Gubernur meminta semua pihak bersabar dan tidak mendesak agar lokasi wisata segera dibuka kembali. Dia memahami kondisi para pelaku bisnis pariwisata dan tenaga kerja di Bali yang kini sangat berat menghadapi situasi Covid-19. Apalagi Bali tergantung pada pariwisata.

"Oleh karena itu untuk Bali, meskipun ada keinginan dari sejumlah pihak untuk mempercepat membuka tempat pariwisata ini. Mohon kita semua bersabar lebih dulu, berikan waktu yang cukup agar kita bisa menangani covid-19 ini dengan baik," ungkap Koster.

Gubernur Koster tidak ingin muncul gelombang kedua penyebaran Covid-19. Sebab, kesalahan dalam pengambilan keputusan bisa berdampak buruk.

"Saya memahami betul bagaimana juga. Karena kita tergantung dari pariwisata ini. Maka pelaku pariwisata sangat berat keadaannya sekarang. Baik pelaku usahanya maupun juga tenaga kerjanya. Tapi, ini semua tidak boleh membuat kita tergoda untuk melakukan tindakan secara cepat-cepat apalagi itu tidak didasarkan dengan data yang memadai," tutupnya.

[noe]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini