Gubernur Jakarta Tawarkan Apartemen sebagai Solusi Jangka Menengah Banjir Rawa Buaya

Gubernur Jakarta Pramono Anung mengusulkan pembangunan rumah susun sewa sebagai Solusi Banjir Rawa Buaya jangka menengah, mengingat tingginya jumlah pengungsi di wilayah tersebut dan tantangan penanganan banjir.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Gubernur Jakarta Tawarkan Apartemen sebagai Solusi Jangka Menengah Banjir Rawa Buaya
Gubernur DKI Jakarta tawarkan solusi pindah ke Rusun Warga Rawa Buaya sebagai langkah menengah atasi banjir, menyusul tingginya jumlah pengungsi di wilayah tersebut dan kondisi cuaca ekstrem. (AntaraNews)

Gubernur Jakarta Pramono Anung mengumumkan solusi jangka menengah untuk warga Kelurahan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, terkait penanganan banjir. Solusi yang ditawarkan adalah relokasi warga ke rumah susun sewa guna mengurangi risiko banjir di masa mendatang. Pernyataan ini disampaikan Gubernur Anung pada Minggu, 25 Januari.

Menurut Gubernur Anung, mengandalkan pompa saja tidak mungkin untuk memindahkan air banjir secara efektif. Oleh karena itu, solusi jangka menengah yang paling memungkinkan adalah kesediaan warga untuk dibangunkan rumah susun, sehingga area permukiman sebelumnya dapat diperbaiki dan ditata ulang.

Gubernur Anung telah menyampaikan usulan ini saat mengunjungi lokasi pengungsian warga Rawa Buaya pada Sabtu, 24 Januari. Kawasan Rawa Buaya tercatat memiliki jumlah pengungsi paling banyak dibandingkan dengan area lain di Jakarta.

Tantangan Banjir di Rawa Buaya dan Upaya Penanganan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta mencatat bahwa pada Minggu, 25 Januari, sebanyak 131 keluarga atau 480 jiwa masih berada di lokasi pengungsian. Meskipun demikian, genangan banjir di Rawa Buaya dilaporkan telah surut.

Beberapa wilayah di Jakarta Barat juga dilaporkan terdampak parah oleh banjir, yang dipengaruhi oleh aliran air dari daerah hulu seperti Tangerang dan Tangerang Selatan. Aliran air ini melalui sungai-sungai seperti Angke, Pesanggrahan, dan Mookervart, yang semuanya bermuara ke Kali Cengkareng. Kondisi ini memperparah situasi banjir di kawasan tersebut.

Tingkat air di Kali Cengkareng sempat mencapai 350 sentimeter, meskipun kini telah menurun menjadi 315 sentimeter. Angka ini masih sedikit di atas ambang batas aman yaitu 310 sentimeter. Banjir di Jakarta sebagian besar disebabkan oleh curah hujan ekstrem, dengan rata-rata 200 milimeter per hari dan bahkan mencapai 260 milimeter di beberapa titik.

Mobilisasi Sumber Daya untuk Mitigasi Banjir Jakarta

Untuk mengatasi masalah banjir yang terus berulang, Pemerintah Provinsi Jakarta telah mengerahkan berbagai sumber daya. Sebanyak 152 pompa stasioner, 49 rumah pompa, 76 pompa mobile, dan 60 pompa apung atau portabel telah dikerahkan di berbagai titik rawan banjir.

Selain itu, alat berat juga dimobilisasi untuk mendukung upaya penanganan banjir. Alat-alat tersebut meliputi 99 truk sampah, tiga crane, enam unit combi jetting, 59 ekskavator, satu self-loader, dan satu wheel loader. Pengerahan alat berat ini bertujuan untuk mempercepat proses penanganan dan pembersihan pasca-banjir.

Sebagai bentuk dukungan tambahan, empat unit pompa telah dikirim dari Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Utara dan Jakarta Pusat. Bantuan ini diharapkan dapat semakin mempercepat upaya mitigasi banjir dan membantu warga yang terdampak. Kolaborasi antar wilayah ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menghadapi bencana banjir.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi