GMNI Komitmen Tangkal Radikalisme dan Tolak Politisasi SARA

Selasa, 3 Desember 2019 20:13 Reporter : Merdeka
GMNI Komitmen Tangkal Radikalisme dan Tolak Politisasi SARA Kongres XXI GMNI. ©2019 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Imanuel Cahyadi, terpilih sebagai ketua umum GMNI periode 2019-2021. Imanuel terpilih dalam Kongres XXI GMNI di Kota Ambon, Selasa (3/12). Sementara, Sujahri Somar, didaulat sebagai Sekjen GMNI.

Imanuel menyampaikan komitmennya untuk menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa. Selain itu, dia juga menyampaikan komitmennya melawan radikalisme yang kini merebak di masyarakat.

"Demi persatuan dan kesatuan Bangsa, Pemerintah mesti mengintensifkan program deradikalisasi, namun yang tak kalah penting ialah agar pemerintah menjamin hak-hak bagi seluruh warga negara untuk dapat leluasa dan merdeka menjalankan ibadahnya masing-masing dengan saling menghormati satu sama lain," kata Imanuel usai terpilih.

"Mulai hari ini, Perubahan akan kita mulai. GMNI adalah organisasi pelopor bagi kemajuan Bangsa dan Negara ke depan. Yang terpenting sebagai organisasi yang merdeka dalam berpikir dan bertindak," ucap dia.

1 dari 3 halaman

Sebelumnya, Kongres dibuka oleh Juliari Batubara selaku Menteri Sosial Republik Indonesia dan dihadiri oleh Gubernur Maluku, Murad Ismail, Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Mercy Barens dan Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum PA GMNI, Dr, Ahmad Basarah serta undangan dari berbagai organisasi gerakan.

Ratusan Kader GMNI dari seluruh Indonesia tampak antusias mengikuti prosesi pembukaan memenuhi aula Islamic Center pada saat Pembukaan Kongres, 28 November 2019.

Ketua Badan Pekerja Kongres, Karlely Martinus, selaku panitia pelaksana kongres mengatakan, meskipun Kongres XXI GMNI terdapat berbagai dinamika, namun hal itu merupakan hal yang wajar. Ini menurutnya kongres merupakan proses bertukar gagasan dan ide dalam musyawarah mufakat.

"Semangat para kader GMNI terlihat dari nuansa persidangan pleno I hingga IX. Kader dengan demokratis menjalankan agenda persidangan di Christian Center, Kota Ambon," ucap dia.

2 dari 3 halaman

Menurutnya, selama proses kongres berlangsung, sidang-sidang dilangsungkan hingga pagi hari, namun kader GMNI tetap terlihat antusias.

Menurutnya, sidang-sidang yang diagendakan sudah berjalan sesuai Tata Tertib, Agenda Sidang dan AD/ART sebagai konstitusi dan panduan organisasi dalam merumuskan keputusannya.

"Kongres ialah institusi demokratik sesuai AD/ART yang merupakan aturan main (konstitusi) agar tidak terjadi kekacauan atau anarki," ujar Karlely.

3 dari 3 halaman

Sementara itu, Sekretaris Jenderal GMNI terpilih, Sujahri Sumar menyampaikan visinya agar GMNI mampu menjadi pelopor dalam melawan politisasi dan eksploitasi Suku, Agama dan Ras dalam kepentingan politik praktis.

"Keberagaman telah dipersatukan dengan Dasar Negara Pancasila, segala bentuk komodifikasi agama, suku dan ras untuk memecah belah bangsa bertentangan dengan dasar negara, dan GMNI akan pro aktif mengawal dasar negara Pancasila dalam mencegah dan menanggulangi politisasi SARA," kata Soejahri.

Sumber: Liputan6.com [rnd]

Baca juga:
Cerita Megawati Resah Ingatkan JK soal Masjid Terpapar Radikalisme
Wapres Ma'ruf Amin Tidak Permasalahkan SKB 11 Menteri soal Radikalisme
Megawati Tantang Pendukung Khilafah Datang ke DPR Dialog dengan FPDIP
Cegah Radikalisme, Wapres Ma'ruf Nilai Majelis Taklim Perlu Terdaftar di Kemenag
KASN Tegaskan SKB 11 Menteri Soal Radikalisme Bukan Mencederai Independensi
SKB 11 Menteri soal Radikalisme Dianggap Cara Jokowi Menjaga Stabilitas Politik

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. GMNI
  3. Radikalisme
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini