Geng Motor Konvoi Lewat Permukiman Serang Warga Lagi Nongkrong, Satu Anggota Tertangkap Langsung Babak belur

Kejadian bermula saat para geng motor berkonvoi dan mendatangi permukiman warga.

Ihwan Fajar
Oleh Ihwan Fajar - Reporter
Geng Motor Konvoi Lewat Permukiman Serang Warga Lagi Nongkrong, Satu Anggota Tertangkap Langsung Babak belur
Geng Motor Konvoi Lewat Permukiman Serang Warga Lagi Nongkrong, Satu Anggota Tertangkap Langsung Babak belur (Merdeka.com)

Geng motor yang berjumlah 20 orang terekam kamera CCTV saat menyerang permukiman warga dan melakukan pengerusakan kantor ekspedisi di GOR Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. Atas kejadian ini, satu orang babak belur usai ditangkap warga.

Kejadian bermula saat para geng motor berkonvoi dan mendatangi permukiman warga. Kemudian, mereka langsung melakukan penyerangan terhadap warga yang tengah nongkrong.

"Terus mereka melakukan penyerangan di salah satu (kantor) jasa pengiriman barang. Mereka melempar batu yang membuat seorang karyawan terluka akibat terkena pecahan kaca," kata Panit Reserse Mobile (Resmob) Polsek Biringkanaya Ipda Dian Mandala Putra kepada wartawan, Selasa (20/1).  

Satu Orang Geng Motor Dihakimi Warga

Atas kejadian itu, satu dari puluhan orang geng motor dapat diamankan warga dan langsung dihakimi masa. "Warga yang melihat melakukan pembalasan dan mengejar para pelaku. Hingga akhirnya, satu orang geng motor ditangkap dihakimi warga," ungkapnya. 

Amankan 12 Orang Geng Motor

Dalam kejadian tersebut, polisi saat ini sudah mengamankan 12 orang terduga pelaku yang tergabung pada geng motor yang melakukan penyerangan. 10 orang diantaranya masih berstatus anak di bawah umur.

"Alhamdulillah, kami telah mengamankan sebanyak 12 orang yang mana dua diantaranya dewasa dan selebihnya adalah anak di bawah umur," kata dia.

Motif Para Pelaku

Dian mengungkapkan, motif para terduga pelaku melakukan penyerangan karena ingin mencari lawan. Apalagi, mereka melakukan konvoi usai pesta minuman keras. 

"Mereka hanya berkumpul, terus saling panggil untuk minum (pesta miras). Setelah itu, mereka konvoi keliling untuk mencari lawan dan tidak ada alasan jelas mereka untuk memukul dan melakukan penyerangan," pungkasnya.

Rekomendasi