Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gara-gara tolak tambang ilegal, nyawa Salim Kancil melayang

Gara-gara tolak tambang ilegal, nyawa Salim Kancil melayang Petani dibunuh di Lumajang. ©LBH Jakarta

Merdeka.com - Sepanjang tahun 2015, banyak peristiwa tragis yang terjadi dan menyita perhatian publik. Mulai dari politik, ekonomi, kriminal hingga dunia hiburan ramai jadi bahan perbincangan.

Dari sekian banyak peristiwa terungkap, salah satu kasus yang menggemparkan adalah penganiayaan dan pembunuhan dua petani asal Lumajang, Jawa Timur,yakni Salim Kancil dan Tosan. Salah satu dari petani tersebut yang dibunuh adalah Salim Kancil.

Salim Kancil dibantai oleh sekelompok orang yang gerah dengan aksinya menolak tambang ilegal di Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Salim dan Tosan serta warga setempat sudah bertahun-tahun menolak tambang ilegal tersebut. Akan tetapi penolakan mereka sia-sia karena Pemerintah setempat mendukung adanya tambang itu.

Alasan warga menolak tambang ilegal lantaran tambang tersebut merusak pertanian. Sehingga sangat merugikan bagi kehidupan mereka. Selain itu, truk pasirnya juga pernah membuat celaka warga.

"Tambang itu merusak pertanian warga dan truk pasirnya juga membuat celaka warga. Sudah ada yang meninggal karena ditabrak truk pasir," kata istri Tosan, Ati Hariati di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, Senin (28/9).

Akibat dari penolakan itu, mereka kerap kali mendapat teror dari sekelompok orang yang pro tambang ilegal. Dan puncaknya, terjadi pada 26 September 2015.

Itu sekaligus menjadi akhir hidup Salim yang sangat tragis. Sekitar 40 orang pro penambangan pasir menjemput paksa dan menganiaya Salim Kancil dan Tosan. (mdk/tyo)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP