Gara-gara masalah sepele ini, napi di Lapas terlibat bentrok

Minggu, 15 Desember 2013 08:09 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah
Gara-gara masalah sepele ini, napi di Lapas terlibat bentrok Ilustrasi. merdeka.com/dok

Merdeka.com - Ada-ada saja perilaku para penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) ini. Istilah nyeleneh nampaknya tepat disematkan kepada narapidana yang bertingkah selama menjalani masa hukuman mereka.

Padahal melihat kehidupan di dalam sel bagi kaum awam cukup mengerutkan dahi. Namun melihat cerita soal persoalan narapidana di bawah ini bisa dibilang berlebihan.

Peristiwa yang dilakukan para penghui Lapas ini menyita perhatian publik. Apalagi gara-gara masalah sepele mereka terlibat saling serang yang berujung bentrokan.

Berikut masalah-masalah sepele antar napi yang berujung bentrokan:

1 dari 6 halaman

Judi dadu

Lapas Labuhan Ruku. ©2013 Merdeka.com

Sebulan lalu, atau tepat pada Sabtu 23 November 2013, terjadi keributan antar sesama penghuni Lapas Labuhanruku, Batubara, Sumatera Utara. Dari hasil penyelidikan, perkelahian antar tahahan dipicu gara-gara permainan judi dadu.

Peristiwa ini bermula, saat salah satu penghuni sel yang bernama Irwansyah alias Iwan membuka arena perjudian. Permainan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam tersebut mengakibatkan salah paham antar Iwan dan Tommy, penghuni sel lain.

Saat itu, tahanan bernama Tommy meminta uang kepadanya. Merasa tidak terima, keduanya terlibat perselisihan yang berujung perkelahian sesama penghuni tahanan ini.

Permainan judi di Lapas Labuhanruku sendiri ditenggarai sudah berlangsung lama. Hanya setelah peristiwa ini mencuat barulah terungkap kalau arena judi di dalam Lapas berlangsung secara raih dan teratur.

Seperti diberitakan, perkelahian antar tahanan terjadi di Lapas Labuhanruku Sabtu (23/11) pagi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun 25 tahanan yang diduga terlibat perkelahian terpaksa dipindahkan ke penjara lain.

2 dari 6 halaman

Tolak sel diperiksa sipir

Di Ibukota tepatnya di Lapas Klas II A Salemba, Cempaka Putih, Jakarta Pusat sejumlah narapidana terlibat keributan dengan sipir penjaga. Hal itu dipicu lantaran para narapidana menolak saat diperiksa oleh petugas sipir.

Meski tidak terjadi adu fisik antar narapidana itu. Kejadian ini sempat menyita perhatian publik. Pemberitaan miring menyangkut Lapas di beberapa daerah membuat setiap mata tertuju menyangkut rumah untuk para pelaku kejahatan ini.

3 dari 6 halaman

Utang janji

Lapas Sleman. ©2013 Merdeka.com/parwito

Keributan antara narapidana merupakan masalah klasik. Perkelahian antar sesama penghuni lapas kali ini kembali pecah di LP Pematang Siantar, Sumatera Utara. Dalam insiden ini dua orang napi mengalami luka.

peristiwa bermula saat salah satu seorang napi, Tam Lam Yong, penghuni Blok Ambarita (kelompok napi dengan status sosial ekonomi atas) menjanjikan bantuan pada beberapa napi miskin di Blok Beringin (kelompok napi dengan status sosial ekonomi lemah). Penghuni Blok Beringin, Gimas alias Godot merasa tersinggung dengan Tam Lam Yong yang akhirnya ribut.

Peperangan ini akhirnya melibatkan dua kelompok penghuni lapas tersebut. Meski sempat melibatkan kedua kelompok aparat kepolisian dapat meredam sehingga peristiwa ini tidak berlanjut.

4 dari 6 halaman

Sampah

Perihal sampah yang tidak segera dibuang membuat sejumlah napi Lapas Salemba blok B lantai 3 terlibat bentrok. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (23/5). Salah satu penghuni lapas menyuruh penghuni lain untuk membuang sampah.

Karena merasa perintahnya diabaikan, pelaku akhirnya memukul. Tidak terima penghuni yang disuruh pun membalas sehingga terjadi adu jotos. Korban yang disuruh mengaku merasa belum membuang sampah karena sedang makan.

Namun dalam insiden ini, pihak polisi yang mau melihat lokasi bentrok dihalang-halangi oleh kalapas. Padahal, petugas polisi tersebut datang karena perintah atasan yang mendapat informasi kalau Lapas Salemba bentrok dan terjadi kerusuhan.

5 dari 6 halaman

Bosan dipindah

Lapas Labuhan Ruku. ©2013 Merdeka.com/Yan Muhardiansyah

Kekacauan juga pernah terjadi di Lapas Padang Sidempuan.

Peristiwa ini bermula saat puluhan napi asal lapas Labuanruku dipindahkan hari ke Lapas Padang Sidempuan, Sumatera Utara. Sesampainya di Lapas Padang Sidempuan, para napi ini melakukan tindakan anarkis berupa pelemparan batu ke penghuni Lapas Padang Sidempuan yang menyebabkan keributan .

Dalam peristiwa ini sendiri tidak terjadi bentrokan yang meluas, karena narapidana yang berada di Lapas Padang Sidempuan tidak menanggapi provokasi tersebut.

6 dari 6 halaman

Di kurung dalam sel khusus

Ilustrasi penjara. ©2012 Shutterstock/rook76

Kerusuhan yang terjadi di Lapas Palopo Sulawesi Selatan didalangi seorang narapidana kasus pencurian. Rifki alias Herman diduga tidak senang dengan perlakuan aparat lapas yang menempatkannya ke dalam sel khusus tahanan.

Kejadian tersebut bermula saat Kalapas beserta stafnya melakukan pengecekan terkait adanya ruangan yang sedang bersihkan. Tiba-Tiba residivis narkoba itu menyerang pihak aparat lapas. Serangan sporadis yang dilakukannya membuat Kalapas menjadi korban.

Saat melakukan serangan dadakan itu, narapidana yang divonis karena kasus pencurian mencoba memicu narapidana lain untuk berbuat anarkis dengan berteriak-teriak. Alhasil, hal ini membuat para narapidana yang lain melakukan tindakan beringas dengan menyerang anggota Lapas dan melakukan pembakaran area kantor Lapas. Petugas lapas kewalahan karena kalah jumlah dengan napi yang membuat kericuhan.

[tyo]
Topik berita Terkait:
  1. Bentrokan Lapas
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini