Gali Benteng Kota Semarang, arkeolog temukan benda-benda kuno
Merdeka.com - Tim Balai Arkeologi Yogyakarta, menemukan ratusan benda kuno peninggalan Belanda dan China di kompleks Benteng Kota Semarang. Tim yang diketuai Nufida Abbas itu, melihat ratusan benda kuno telah berusia ratusan tahun silam.
Nufida mengatakan, dia telah menggali puing Benteng Kota Semarang sejak awal bulan ini bersama arkeolog lain yakni Sugeng Riyanto, Muhamad Chawari, Masyhudi, Sambung Widodo, Hadi Sunaryo, Didik Santoso, Mujiana dan Joko Pramono.
"Puing-puing benteng itu terpendam di atas lahan kosong milik PT Gas Negara dan Perum Damri di kawasan Sleko Semarang Utara. Sejak awal menggali, kami menemukan fragmen kaca, keramik, tembikar hingga tulang binatang purba. Total temuan itu ada 100 buah. Saat ini, kita sudah mendapatkan sisa situs saluran air kuno," ungkapnya, di lokasi penggalian, Senin (8/9).
Tak hanya itu saja, timnya juga menemukan dua keping uang logam berlambang VOC. Bila dilihat dari usia benda-benda kuno itu, diperkirakan telah ada sejak Abad 18. "Kalau uang logamnya ditemukan tahun 2012. Makanya, kami tetap semangat menggali sisa-sisa Benteng Kota Semarang ini," kata dia.
Berdasarkan data penggalian, Benteng Kota Semarang dibangun oleh Belanda tahun 1750 silam atau pertengahan Abad ke-18. Fondasi benteng terdiri dari batu bata, batu kali, dan sedikit kapur. Adapun letak benteng ini, ditandai oleh empat sudut utama yakni Bastion De Smits menghadap ke utara, Bastion Ijzer ke barat, Bastion Ceylon ke timur, Bastion Amsterdam dan Bastion Hersteller selatan.
"Nah, kami ingin memunculkan lagi sudut benteng Bastion De Smits agar orang paham, di sinilah cikal bakal pembentukan Kota Semarang," terang dia.
Selama dua tahun terakhir, tim arkeolog telah memunculkan 23 titik puing-puing benteng. Untuk awal bulan ini, mereka telah menggali 4 titik. Dia mengaku sangat terobsesi menggali sisa-sisa peninggalan kolonial Belanda itu, karena benteng pada zaman dulu merupakan bangunan utama yang melindungi Kota Semarang dari gempuran musuh.
"Tapi sayangnya, Belanda sempat menghancurkan benteng ini pada awal 1824 atau Abad ke-19. Akibatnya, jejak bekas Kota lama menjadi hilang. Ini yang harus diselamatkan agar kejadian hilangnya benteng kota di Surakarta dan Surabaya tidak kembali terulang," urainya.
Padahal, letak bangunan Benteng Kota Semarang ini terbilang unik. Karena, berdasarkan 'peta terbalik' yang dibuat Belanda pada 1730 silam, posisi utara Semarang dibuat menghadap ke Jembatan Berok.
"Saat ini, kita masih mencari fondasi benteng yang panjangnya 60 centimeter. Dulu benteng ini kita temukan di kedalaman 2,5 meter dari permukaan tanah. Makanya kita akan selesaikan penggalian ini sampai 13 September 2014 mendatang," kata dia.
Berkaitan dengan kendala yang dihadapinya, Nufida menyebut. "Kita sulit membongkar struktur bangunan baru di Kota lama dan terkendala air rob. Meski di sisi lain, sudah ada perizinan dari Perum Damri, PT Gas dan Kelurahan untuk mendukung pengerjaan ini," jelas dia.
Bila struktur bangunan Bastion De Smits telah muncul, dia ingin 'memamerkannya' dalam Forum Group Discussion bersama peneliti lainnya. "Kita undang BPCB Jateng untuk mengonservasi bangunan kuno ini. Di situ, kita akan bahas hasil penelitian Benteng Kota Semarang. Ini kan bisa menambah atraksi situs kuno di Kota lama," bebernya. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya