Gagalkan Penyelundupan Sabu Bandara Pekanbaru: 2 Kg Narkoba Disita dari 2 Wanita Tujuan Kendari

Petugas gabungan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sabu Bandara Pekanbaru seberat 2 kilogram oleh dua wanita tujuan Kendari, mengungkap modus tersembunyi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Gagalkan Penyelundupan Sabu Bandara Pekanbaru: 2 Kg Narkoba Disita dari 2 Wanita Tujuan Kendari
Petugas gabungan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sabu Bandara Pekanbaru seberat 2 kilogram oleh dua wanita tujuan Kendari, mengungkap modus tersembunyi. (AntaraNews)

Petugas gabungan di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Provinsi Riau, baru-baru ini berhasil menggagalkan sebuah upaya penyelundupan narkotika. Dua orang wanita ditangkap karena kedapatan membawa sabu seberat 2 kilogram yang akan diselundupkan ke Kendari, Sulawesi Tenggara. Kejadian ini sekali lagi menunjukkan kewaspadaan tinggi aparat keamanan di pintu masuk udara Riau dalam memerangi peredaran barang haram.

Insiden dramatis ini terjadi pada Jumat sore (3/10) ketika kedua calon penumpang melewati mesin pemindai di area keberangkatan domestik. Kecurigaan petugas Avsec dan personel Lanud Roesmin Nurjadin menjadi kunci keberhasilan operasi ini. Mereka mencurigai dua koper milik calon penumpang yang menunjukkan anomali saat dipindai secara saksama.

Identitas kedua wanita tersebut diketahui berinisial LI dan SDA, yang kini telah diamankan untuk penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang. Penemuan ini menegaskan komitmen aparat dalam memerangi peredaran narkoba melalui jalur udara. Barang bukti sabu kini telah diserahkan kepada pihak kepolisian untuk proses hukum yang berlaku.

Kronologi Penemuan Sabu di Bandara SSK II Pekanbaru

Awal mula pengungkapan penyelundupan sabu Bandara Pekanbaru ini bermula dari kecurigaan petugas Aviation Security (Avsec) dan personel Lanud Roesmin Nurjadin (RSN). Mereka sedang bertugas Bawah Kendali Operasi (BKO) di Hold Baggage Security Check Point (HBSCP) ruang rekonsiliasi Terminal Keberangkatan Domestik. Dua koper milik calon penumpang menarik perhatian saat melewati mesin pemindai yang canggih.

Komandan Lanud Roesmin Nurjadin, Marsma TNI Abdul Haris, menjelaskan bahwa hasil pemindaian menunjukkan adanya benda mencurigakan di dalamnya. Untuk memastikan kecurigaan tersebut, petugas gabungan segera melakukan pemeriksaan manual terhadap koper-koper tersebut. Hasilnya, ditemukanlah delapan bungkus sabu siap edar yang disembunyikan dengan rapi.

Modus operandi pelaku adalah membungkus paket-paket sabu tersebut dengan pakaian biasa. Hal ini dilakukan agar barang haram tersebut tampak seperti isi koper pada umumnya dan tidak menimbulkan kecurigaan dari petugas. Namun, kewaspadaan luar biasa dari petugas berhasil membongkar upaya licik ini sebelum narkoba sempat beredar.

Setelah penemuan, uji Narkotest oleh Bea Cukai langsung dilakukan di lokasi kejadian. Hasilnya mengkonfirmasi secara pasti bahwa barang tersebut positif mengandung Methamphetamine. Ini menjadi bukti kuat bahwa yang ditemukan adalah narkotika jenis sabu yang berbahaya.

Sinergi Aparat Gagalkan Penyelundupan Narkoba

Kedua wanita berinisial LI dan SDA beserta barang bukti sabu seberat 2.003 gram segera diamankan setelah penemuan tersebut. Mereka dibawa ke Kantor Avsec Bandara SSK II Pekanbaru untuk proses penyelidikan awal yang mendalam. Kecepatan tindakan ini menunjukkan profesionalisme dan respons cepat petugas di lapangan.

Petugas Avsec, Lanud RSN, dan Bea Cukai yang bertugas di bandara kemudian berkoordinasi untuk menyerahkan barang bukti kepada pihak kepolisian. Penyerahan resmi dilakukan oleh Dansatpom Lanud Roesmin Nurjadin, Letkol Pom Hendra Suharta, kepada Kasubdit I Direktorat Narkoba Polda Riau, Kompol Yogy Pramagita. Langkah ini memastikan proses hukum dapat berjalan sesuai prosedur yang berlaku.

Marsma TNI Abdul Haris mengapresiasi tinggi kesigapan dan sinergi petugas gabungan dalam menggagalkan penyelundupan sabu Bandara Pekanbaru ini. "Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi dan kewaspadaan luar biasa antara petugas Avsec, Lanud RSN, dan Bea Cukai," ujarnya, menekankan pentingnya kerja sama antar instansi.

Beliau juga menegaskan komitmen Lanud Roesmin Nurjadin dalam upaya pemberantasan narkoba di wilayah udara. "Narkoba adalah musuh bersama yang dapat merusak generasi bangsa. Lanud Roesmin Nurjadin akan terus mendukung penuh upaya pemberantasan narkoba, terutama di jalur udara," tegasnya. Ini menjadi pesan kuat bagi para pelaku kejahatan narkotika agar tidak mencoba melancarkan aksinya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi