Hot Issue

Foya-foya di AS Pakai Duit Suap Ekspor Benur

Kamis, 26 November 2020 09:55 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Foya-foya di AS Pakai Duit Suap Ekspor Benur Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo pakai rompi tahanan KPK. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menuju kursi pesakitan. Rabu (25/11) tengah malam, Edhy 'diperkenalkan' memakai rompi oranye bertuliskan tahanan KPK dan tangan terborgol di Gedung Merah Putih KPK. Dia tersangkut kasus suap pengurusan ekspor benih lobster.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu diduga menerima suap Rp3,4 miliar dan 100.000 dollar AS terkait izin ekspor benih lobster. Uang Rp3,4 miliar itu diterima Edhy dari pemegang PT Aero Citra Kargo Amri dan Ahmad Bahtiar melalui Ainul Faqih, staf istri Edhy.

PT ACK disebut menampung uang yang diterima dari sejumlah perusahaan yang diloloskan menjadi eksportir benur tersebut atas arahan Edhy Prabowo. Dana dari Ahmad Bahtiar mengalir ke rekening salah satu bank atas nama AF.

Edhy Prabowo dan istri diduga membelanjakan uang hasil suap ekspor benih lobster saat saat berkunjung ke Honolulu, Amerika Serikat pada 21-23 November. Total Rp750 juta dihabiskan oleh Edhy untuk foya-foya dengan membeli barang-barang mewah.

Selain Edhy, KPK juga menetapkan 6 tersangka lain. Mereka adalah stafsus Menteri KKP, Safri (SAF); APM; pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK), Siswadi (SWD); staf istri menteri KKP, Ainul Faqih (AF); dan Amiril Mukminin (AM) dan Direktur PT DPPP, Suharjito (SJT).

"Pada tanggal 5 November 2020, diduga terdapat transfer dari rekening ABT ke rekening salah satu bank atas nama AF sebesar Rp3,4 Milyar yang diperuntukkan bagi keperluan EP, IRW, SAF dan APM," kata Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango, Rabu malam (25/11).

"Antara lain dipergunakan untuk belanja barang mewah oleh EP dan IRW di Honolulu AS ditanggal 21 sampai dengan 23 November 2020 sejumlah sekitar Rp750 juta diantaranya berupa Jam tangan Rolex, tas Tumi dan LV, baju Old Navy," tambah dia.

KPK juga menunjukkan salah satu barang bukti belanjaan Edhy yakni sebuah sepeda yang masih dibungkus kardus. Edhy prabowo diduga kembali menerima uang sebesar USD100.000 pada Mei 2020. Kali ini dari SJT, selaku Direktur PT DPP melalui SAF dan AM.

Baca Selanjutnya: Modus Rekening Penampung...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini