Polri menggelar operasi terpadu skala besar untuk mempercepat penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Armada yang dikerahkan mencakup tiga pesawat angkut logistik, lima helikopter, dan sembilan kapal Polair. Semua unsur ini telah bergerak untuk memastikan suplai bantuan tiba lebih cepat, terutama ke wilayah yang terisolasi akibat kerusakan akses darat.
Helikopter melaksanakan airdrop bahan pokok dan distribusi cepat, sementara kapal Polair mengalirkan logistik melalui jalur laut dari sejumlah pelabuhan strategis. Pesawat CN295, Fokker 27, dan Boeing 737 turut memperkuat pengiriman antarprovinsi serta mendukung koordinasi penanganan di lapangan.
Selain itu, Mabes Polri mengirim 219 personel tambahan ke Sumatera Utara. Mereka berasal dari berbagai satuan khusus, termasuk Brimob, Sabhara, DVI, tenaga kesehatan, trauma healing, dan unit K9. Dua pesawat dari Pondok Cabe juga membawa sekitar 3,8 ton logistik tambahan untuk memenuhi kebutuhan darurat.
Dukungan juga datang dari sejumlah polda lain di wilayah Sumatera dan Jawa.Operasi besar ini ditujukan untuk mempercepat pemulihan dan memastikan kebutuhan masyarakat di daerah terdampak terpenuhi tanpa hambatan.