FOTO: Mengenang Potret Pilu Kehancuran Akibat Tsunami Aceh 20 Tahun Lalu, Ratusan Ribu Jiwa Melayang

Tsunami Aceh menjadi peristiwa tak terlupakan bagi seluruh masyarakat Serambi Mekah. Bencana dahsyat itu menciptakan kehancuran luar biasa. Simak foto-fotonya!

Nanda Farikh Ibrahim
Oleh Nanda Farikh Ibrahim - Reporter
FOTO: Mengenang Potret Pilu Kehancuran Akibat Tsunami Aceh 20 Tahun Lalu, Ratusan Ribu Jiwa Melayang
Foto kombinasi yang dibuat pada 5 Desember 2024 ini menunjukkan orang-orang berjalan di antara puing-puing yang berserakan di sekitar Masjid Agung Baiturrahman, Banda Aceh, setelah tsunami Aceh menerjang, pada 28 Desember 2004 (kiri) dan pemandangan terbaru di lokasi yang sama pada 27 November 2024. (©AFP/Bay Ismoyo/Chaideer Mahyuddin)

Tsunami Aceh yang terjadi 20 tahun lalu menjadi peristiwa tak terlupakan bagi seluruh masyarakat Serambi Mekah. Bencana dahsyat itu menciptakan kehancuran luar biasa dan menelan ratusan ribu korban jiwa.

Menurut laporan Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB), Tsunami Aceh pada 26 Desember 2004 merupakan salah satu bencana alam terbesar yang pernah melanda Indonesia. Tsunami ini disebabkan gempa bumi berkekuatan 9,1–9,3 SR yang berpusat di Samudra Hindia, sekitar 250 km dari pantai barat Aceh. Getaran gempa memicu gelombang laut setinggi 30 meter yang meluluhlantakkan pesisir Aceh, Sumatera Utara, dan negara-negara di sekitar Samudra Hindia. Dalam sekejap, ratusan ribu nyawa melayang dan jutaan orang kehilangan tempat tinggal.

Mulanya gempa terjadi pada pukul 8 pagi. Guncangan gempa saat itu terjadi cukup lama, yakni sekitar 10 menit. Banyak bangunan yang roboh dan rusak parah akibat gempa ini. Sementara, warga panik berhamburan.

Namun belum selesai menyelematkan diri dari gempa, warga dikejutkan dengan hadirnya gelombang tsunami beberapa menit kemudian. Gelombang tsunami setinggi 30 meter ini dalam sekejap memporak-porandakan Aceh.

Dalam foto-foto yang diabadikan kantor berita AFP, terlihat terjangan tsunami melenyapkan permukiman di kawasan pesisir Aceh. Tampak hanya menyisakan sebuah masjid yang masih berdiri kokoh.

Pada foto lain, sejumlah perahu nelayan terdampar di depan gedung-gedung pertokoan setelah tersapu gelombang tsunami. Tampak pula sebuah perahu yang tersangkut pada atap sebuah rumah dan masih bertahan sampai saat ini.

Selain itu, puing-puing akibat terjangan gelombang tsunami tampak bertumpukan pada salah satu ruas jalan di Banda Aceh.

Berikut sederet potret pilu kehancuran akibat tsunami Aceh pada 20 tahun lalu:

Potret Pilu Kehancuran Akibat Tsunami Aceh 20 Tahun Lalu
Foto kombinasi yang dibuat pada 29 November 2024 ini menunjukkan pemandangan udara Masjid Rahmatullah yang tetap berdiri kokoh setelah dihantam tsunami di Lhoknga, Aceh, pada 14 Januari 2005 (atas) dan masjid yang sama pada 27 November 2024. ©AFP/Joel Saget/Chaideer Mahyuddin
Potret Pilu Kehancuran Akibat Tsunami Aceh 20 Tahun Lalu
Foto kombinasi yang dibuat pada 29 November 2024 ini menunjukkan pandangan udara dari suatu wilayah di Sampoiniet, Aceh Jaya, yang terdampak tsunami Aceh, pada tanggal 6 Januari 2005 (atas) dan wilayah yang sama pada 16 November 2024. ©AFP/Philippe Desmazes/Chaideer Mahyuddin
Potret Pilu Kehancuran Akibat Tsunami Aceh 20 Tahun Lalu
Foto kombinasi yang dibuat pada 3 Desember 2024 ini menunjukkan orang-orang menyelamatkan barang-barang di tengah reruntuhan bangunan di sepanjang jalan di Banda Aceh, setelah tsunami Aceh menerjang, pada 29 Desember 2004 (kiri) dan pemandangan di jalan yang sama pada 25 November 2024. ©AFP/Bay Ismoyo/Chaideer Mahyuddin
Potret Pilu Kehancuran Akibat Tsunami Aceh 20 Tahun Lalu
Foto kombinasi yang dibuat pada 29 November 2024, menunjukkan seorang pria duduk di depan perahu yang tersangkut pada atap sebuah rumah setelah tersapu tsunami di Banda Aceh, Aceh, pada 15 Januari 2005 (atas) dan penyintas tsunami Wak Kolak berdiri di depan perahu yang sama pada 25 November 2024. ©AFP/Jewel Samad/Chaideer Mahyuddin
Potret Pilu Kehancuran Akibat Tsunami Aceh 20 Tahun Lalu
Foto kombinasi yang dibuat pada 29 November 2024 ini menunjukkan seorang pengendara melihat perahu di sebuah jalan di Banda Aceh, setelah tsunami Aceh menerjang, pada 8 Januari 2005 (atas) dan jalan yang sama pada 25 November 2024. ©AFP/Kazuhiro Nogi/Chaideer Mahyuddin
Potret Pilu Kehancuran Akibat Tsunami Aceh 20 Tahun Lalu
Foto kombinasi yang dibuat pada 29 November 2024 ini menunjukkan pemandangan udara Masjid Rahmatullah yang tetap berdiri kokoh setelah dihantam tsunami di Lhoknga, Aceh, pada 14 Januari 2005 (atas) dan masjid yang sama pada 27 November 2024. ©AFP/Joel Saget/Chaideer Mahyuddin
Potret Pilu Kehancuran Akibat Tsunami Aceh 20 Tahun Lalu
Foto kombinasi yang dibuat pada 5 Desember 2024 ini menunjukkan orang-orang berjalan di antara puing-puing yang berserakan di sekitar Masjid Agung Baiturrahman, Banda Aceh, setelah tsunami Aceh menerjang, pada 28 Desember 2004 (kiri) dan pemandangan terbaru di lokasi yang sama pada 27 November 2024. ©AFP/Bay Ismoyo/Chaideer Mahyuddin
Potret Pilu Kehancuran Akibat Tsunami Aceh 20 Tahun Lalu
Foto kombinasi yang dibuat pada 30 November 2024 ini menunjukkan para penyintas berjalan di sepanjang jalan yang dipenuhi puing-puing di kota pantai barat Leupung, pinggiran Lhoknga, setelah tsunami menerjang Aceh, pada 9 Januari 2005 (atas) dan lokasi yang sama pada 15 November 2024. ©AFP/Choo Youn-Kong/Chaideer Mahyuddin
Potret Pilu Kehancuran Akibat Tsunami Aceh 20 Tahun Lalu
Foto kombinasi yang dibuat pada 30 November 2024 ini menunjukkan pandangan udara sebuah masjid di Kuala Bubon, pinggiran Meulaboh, setelah tsunami Aceh menerjang, pada 19 Januari 2005 (atas) dan masjid yang sama pada 17 November 2024. ©AFP/Adek Berry/Chaideer Mahyuddin
Rekomendasi