Merdeka.com kembali menggelar acara penghargaan tahunan bergengsi, Merdeka Awards 2024. Acara yang mengangkat tema Inspirasi Indonesia ini diselenggarakan di Auditorium SCTV Tower, Jakarta Pusat, Kamis (19/9/2024).
Dalam sambutannya, Pemimpin Redaksi Merdeka.com Darojatun mengatakan, Merdeka Awards 2024 merupakan ruang apresiasi bagi para individu dan organisasi yang telah memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan kemanusiaan.
Advertisement
Dia menilai, kehadiran sosok inspirasi perlu diapresiasi untuk menyebar-luaskan semangat kemanusiaan yang mulai mengendur.
Advertisement
"Kami harap Merdeka Awards 2024 dapat menjadi inspirasi bagi semua untuk terus berkarya dan membangun negeri," ucap Darojatun.
Salah satu kategori dalam ajang penghargaan Merdeka Awards 2024 adalah Sosok Inspiratif untuk Indonesia. Berikut para penerimanya:
Advertisement
Adrianus Jeniven Haki Tonbesi (Bidang Kesehatan)
CEO Kapanlagi Youniverse, Steve Christian menyerahkan penghargaan Merdeka Award 2024 kategori Sosok Inspiratif untuk Indonesia kepada Adrianus Jeniven Haki Tonbesi.
Adrianus merupakan perawat yang mengabdi di Puskesmas Wini Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT, sejak 2021. Dia membuat inovasi Program Gercap Sero Pasukan (Gerakan Cegah Amputasi Bagi Pasien Ulkus Diabetes di Kampung Perbatasan).
Program ini merupakan sebuah gerakan inovasi yang difokuskan untuk penderita diabetes melitus.
Advertisement
Dengan inovasinya itu, Iven berhasil menekan angka kematian dan amputasi di daerah pengabdiannya.
Advertisement
Ahmad Jamaludin (Bidang Pendidikan)
Setelah hampir 10 tahun menjadi guru honorer di desanya dengan penghasilan yang pas-pasan, Ahmad Jamaludin memutuskan untuk berhenti dari profesi membanggakannya tersebut.
Hanya bermodalkan jualan sapu ijuk, dia kini mewujudkan harapannya untuk desa tempat tinggalnya. Ahmad, sang mantan guru honorer, bertekad membangun SMP dan PAUD gratis untuk anak-anak di Cianjur.
Tidak hanya itu, Ahmad juga menyediakan tempat tinggal untuk beberapa murid yang kurang mampu dan membiayai kebutuhan mereka sehari-hari.
Advertisement
Para murid sengaja diajarkan membuat sapu ijuk, agar mereka bisa membeli keperluan sekolah dan membantu ekonomi keluarganya.
Advertisement
Cecep Abdullah (Bidang Sosial)
Cecep Abdullah telah mencuri perhatian banyak orang melalui aksinya yang sangat mulia. Cecep membersihkan toilet masjid yang kumuh dan kotor menjadi bersih dengan suka rela dan seorang diri tanpa dibayar seorang diri.
Saat memulai bersih-bersih itu, dia hanya mengandalkan alat kebersihan yang ada. Seperti sikat besi, sarung tangan, serbuk ajaib, pembersih kerak, dan ember.
Advertisement
Aksi Cecep ini menjadi inspirasi yang menggerakkan orang-orang untuk ikut dalam kegiatan membersihkan masjid secara sukarela.
Advertisement
Mahariah Sandri (Bidang Lingkungan Hidup)
Mahariah Sandri mendirikan Rumah Literasi Hijau Pulau Pramuka di Kepulauan Seribu. Salah satu upaya yang dilakukannya, ia berhasil mengubah sampah plastik menjadi solar untuk nelayan dengan cara mendaur ulangnya.
Hingga akhirnya dia menderikan komunitas Rumah Literasi Hijau dengan 36 relawan aktif, pendauran ulang sampah, pemanfaatan plastik yang diubah menjadi bahan bakar, wisata mangrove, dan homestay.
Advertisement
Kiswanti (Perempuan Inspiratif)
Kiswanti tergerak untuk menumbuhkan minat baca kepada anak-anak di Parung, Kabupaten Bogor.
Ketika itu, dirinya yang berprofesi sebagai penjual jamu berkeliling dengan membawa buku-buku untuk dibaca oleh anak-anak di sana.
Meski hanya lulusan Sekolah Dasar, semangatnya untuk mengajak anak-anak terus belajar tidak pernah pupus hingga kini ia telah mendirikan sebuah Taman Pendidikan Usia Dini (PAUD).
Advertisement
Engkus Al Getuk (Sukabumi)
Engkus Al Getuk mengabdikan diri menjadi tutor Bahasa Inggris. Ia sukarela mengajar Bahasa Inggris secara online dan offline tanpa dibayar.
Keterbatasan fisik tidak membatasi dirinya untuk mengajar Bahasa Inggris di grup Facebook yang dibuatnya, yakni "Ayo Belajar Bahasa Inggris dari Nol".
Engkus mempelajari bahasa Inggris secara otodidak sejak usianya enam tahun. Saat itu, awalnya dia sering menonton film-film berbahasa Inggris yang ada teks terjemahannya dalam siaran televisi.
CEO Kapanlagi Youniverse, Steve Christian berfoto bersama peraih penghargaan Merdeka Awards 2024 kategori 'Sosok Inspiratif untuk Indonesia' di Auditorium SCTV Tower, Jakarta Pusat, Kamis (19/9/2024).
Advertisement