FOTO: Geliat Penjualan Rokok Elektrik di Tengah Kenaikan Cukai dan Desakan WHO Larang Vape Aneka Rasa

WHO baru-baru ini mendesak negara-negara di dunia untuk menerbitkan aturan yang melarang rokok elektronik atau vape aneka rasa.

Faizal Fanani
Oleh Faizal Fanani - Reporter
FOTO: Geliat Penjualan Rokok Elektrik di Tengah Kenaikan Cukai dan Desakan WHO Larang Vape Aneka Rasa
FOTO: Geliat Penjualan Rokok Elektrik di Tengah Kenaikan Cukai dan Desakan WHO Larang Vape Aneka Rasa (Merdeka.com)

WHO baru-baru ini mendesak negara-negara di dunia untuk menerbitkan aturan yang melarang rokok elektrik atau vape aneka rasa.

Pekerja menunjukkan liquid untuk rokok elektrik atau vape pada salah satu toko di Jakarta, Kamis (25/1/2024). Pemerintah melalui Kementerian Keuangan resmi tarif cukai menaikkan rokok elektronik sebesar 15% setiap tahunnya hingga 2027 mendatang. Foto: Liputan6.com/Faizal Fanani

Pekerja menunjukkan liquid untuk rokok elektrik atau vape pada salah satu toko di Jakarta, Kamis (25/1/2024). Pemerintah melalui Kementerian Keuangan resmi tarif cukai menaikkan rokok elektronik sebesar 15% setiap tahunnya hingga 2027 mendatang. Foto: Lip
Dok. Istimewa

Kenaikan tarif cukai ini menyebabkan lonjakan harga rokok elektrik dan cairan utama atau liquid menjadi tak terhindarkan. Foto: Liputan6.com/Faizal Fanani

Kenaikan tarif cukai ini menyebabkan lonjakan harga rokok elektrik dan cairan utama atau liquid menjadi tak terhindarkan. Foto: Liputan6.com/Faizal Fanani
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Meski demikian, sejumlah konsumen rokok elektrik tampak masih terus berdatangan di sebuah toko yang menjual vape dan liquid di Jakarta. Foto: Liputan6.com/Faizal Fanani

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Penjualan rokok elektrik atau vape ini juga masih menggeliat meskipun tengah menjadi sorotan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Foto: Liputan6.com/Faizal Fanani

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

WHO baru-baru ini mendesak negara-negara di dunia untuk menerbitkan aturan yang melarang rokok elektrik atau vape aneka rasa. Foto: Liputan6.com/Faizal Fanani

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Seruan tersebut WHO karena sejumlah penelitian tidak menemukan bukti bahwa rokok elektrik bisa menjadi alternatif lebih sehat dari rokok tembakau. Foto: Liputan6.com/Faizal Fanani

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Selain itu, WHO juga menyoroti peredaran vape di pasar terbuka dan dijual secara masif kepada generasi muda dengan menyinggung 34 negara yang telah melarang penjualan rokok elektronik, 88 negara yang tidak menetapkan usia minimum untuk pembelian rokok elektrik, dan 74 negara yang tidak memiliki aturan terkait produk-produk tersebut. Foto: Liputan6.com/Faizal Fanani

Rekomendasi