Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, menekankan pentingnya pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penegasan ini disampaikan di Kupang pada Kamis, 2 Oktober, saat Rapat Validasi Titik Satuan Penyelenggara Program Gizi (SPPG) di daerah terpencil.
Inisiatif ini bertujuan agar manfaat program tidak hanya dirasakan oleh anak sekolah dan ibu hamil sebagai penerima gizi. Namun juga secara signifikan menggerakkan roda perekonomian di provinsi berbasis kepulauan tersebut. Melki Laka Lena menginginkan masyarakat menjadi pelaku utama dalam program ini, bukan sekadar penonton.
Dengan melibatkan UMKM, diharapkan program MBG dapat menjadi strategi pembangunan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan. Hal ini sekaligus memastikan pasokan beras, sayur, daging, dan ikan berasal dari daerah setempat. Regulasi yang jelas juga perlu segera disiapkan untuk mendukung kebijakan ini.
Advertisement
Advertisement
Gubernur Melki Laka Lena secara tegas menyatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis harus memberdayakan pelaku UMKM lokal. Keterlibatan mereka akan memastikan bahwa manfaat ekonomi program ini menyebar luas di masyarakat. Hal ini bukan sekadar intervensi gizi, melainkan strategi pembangunan ekonomi daerah.
Menurut Melki, bahan pangan seperti beras, sayur-sayuran, daging, dan ikan harus diusahakan dari daerah setempat. Pendekatan ini tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi penerima program. Tetapi juga secara langsung memperkuat ekonomi masyarakat lokal melalui rantai pasok yang terintegrasi.
Dengan demikian, ekosistem produksi, distribusi, hingga pengolahan pangan dapat tumbuh secara berkelanjutan. Pemberdayaan kelompok masyarakat ini menjadikan MBG lebih dari sekadar program gizi. "Program ini akan berdampak ganda, yakni menyehatkan anak-anak sekaligus menghidupkan usaha masyarakat sekitar," ujarnya.
Advertisement
Advertisement
Untuk memastikan keberhasilan pemberdayaan UMKM, Gubernur Melki Laka Lena menekankan pentingnya regulasi yang jelas. Regulasi ini akan mengarahkan penyelenggara SPPG untuk memprioritaskan penggunaan bahan pangan lokal. Hal ini krusial agar tujuan ganda program dapat tercapai secara optimal.
Program Makan Bergizi Gratis diharapkan memiliki dampak ganda yang signifikan. Selain menyehatkan anak-anak dan ibu hamil, ia juga akan menghidupkan usaha masyarakat sekitar. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan dan kesejahteraan ekonomi di Nusa Tenggara Timur.
Saat ini, implementasi program di NTT masih menghadapi tantangan dalam pencapaian target yang telah ditetapkan. Dari target 800 unit SPPG, baru 139 unit yang terealisasi di provinsi tersebut. Gubernur Melki membandingkannya dengan SPPG yang dibangun di NTB, di mana telah mendirikan 300 dari 600–700 SPPG.
Advertisement
Gubernur Melki melihat perbandingan ini sebagai pelajaran sekaligus tantangan yang harus segera diatasi. Percepatan pembangunan SPPG menjadi prioritas untuk memaksimalkan cakupan dan dampak program Makan Bergizi Gratis. Langkah-langkah konkret diperlukan untuk mencapai target yang telah ditetapkan demi kesejahteraan masyarakat.
Sumber: AntaraNews