Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) secara resmi menunjuk Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, sebagai lokasi peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025. Keputusan ini juga akan dibarengi dengan peluncuran GAM Media Network, sebuah jaringan media pesantren berskala nasional.
Penunjukan tersebut diumumkan setelah pertemuan penting antara Sekretaris Jenderal JKSN KH Zahrul Azhar Asumta dengan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko. Pertemuan berlangsung di Rumah Dinas Pringgitan Kabupaten Ponorogo pada Jumat (03/10) lalu.
Pemilihan Ponorogo sebagai tuan rumah Hari Santri Nasional 2025 didasarkan pada alasan historis yang kuat. Kabupaten ini dikenal sebagai salah satu pusat lahirnya pesantren di Nusantara, menjadikannya lokasi yang sangat relevan untuk acara tersebut.
Advertisement
Advertisement
Ponorogo memiliki sejarah panjang dan mendalam dalam dunia pendidikan pesantren. Kabupaten ini dikenal sebagai tempat berdirinya Pesantren Gebang Tinatar yang sudah ada sejak abad ke-17.
Pesantren Gebang Tinatar, yang berlokasi di Desa Tegalsari, Jetis, telah melahirkan banyak ulama besar yang berpengaruh. Keberadaan pesantren kuno ini membuktikan peran signifikan Ponorogo sebagai pusat pendidikan Islam di masa lalu.
Sekretaris Jenderal JKSN, KH Zahrul Azhar Asumta, yang akrab disapa Gus Hans, menekankan hubungan kuat antara pesantren dan budaya lokal. "Hubungan antara pesantren dan budaya itu sangat kuat, di Ponorogo kulturnya sudah terbentuk sejak 300 tahun lalu," ujarnya.
Advertisement
Advertisement
Penunjukan Ponorogo sebagai tuan rumah Hari Santri Nasional 2025 merupakan bagian integral dari peta jalan JKSN. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat posisi pesantren di tingkat nasional maupun internasional.
Selain itu, acara besar ini juga memiliki tujuan strategis untuk mendapatkan pengakuan dari UNESCO terhadap peran pesantren. Bersamaan dengan peringatan Hari Santri Nasional 2025, JKSN juga akan meluncurkan GAM Media Network, sebuah jaringan media yang khusus dibentuk untuk pesantren se-Indonesia.
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, menyambut baik penunjukan daerahnya sebagai tuan rumah acara penting ini. Ia menilai pesantren memiliki peran krusial bukan hanya dalam pendidikan agama, tetapi juga dalam pembentukan karakter santri.
Advertisement
"Gerakan Ayo Mondok ini sangat bagus. Pesantren tidak hanya mengajarkan ngaji, tetapi juga mentransfer karakter melalui keteladanan para kiai. Hal ini jarang ditemukan di dunia manapun," kata Sugiri yang akrab disapa Kang Giri itu.
Sumber: AntaraNews