Fakta Unik: Pemprov Jatim Berikan Trauma Healing Tak Terduga untuk Keluarga Korban Sekolah Roboh Al Khoziny

Pemerintah Provinsi Jawa Timur sigap memberikan layanan trauma healing kepada keluarga korban sekolah roboh di Sidoarjo. Dukungan psikologis ini diberikan tanpa menunggu permintaan, fokus pada pemulihan emosional.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik: Pemprov Jatim Berikan Trauma Healing Tak Terduga untuk Keluarga Korban Sekolah Roboh Al Khoziny
Pemerintah Provinsi Jawa Timur sigap memberikan layanan trauma healing kepada keluarga korban sekolah roboh di Sidoarjo. Dukungan psikologis ini diberikan tanpa menunggu permintaan, fokus pada pemulihan emosional. (AntaraNews)

Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah mengambil langkah cepat untuk membantu keluarga korban tragedi robohnya Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo. Layanan trauma healing diberikan secara proaktif kepada tiga keluarga yang terdampak musibah memilukan tersebut. Inisiatif ini menunjukkan kepedulian pemerintah daerah terhadap kondisi psikologis para korban.

Kepala Dinas Sosial Jawa Timur, Restu Novi Widiani, menjelaskan bahwa dukungan diberikan tanpa menunggu permintaan langsung dari keluarga. Pendekatan intuitif ini memungkinkan tim untuk segera mengidentifikasi dan menjangkau mereka yang membutuhkan bantuan. Fokus utama adalah pada dukungan motivasi dan psikologis.

Tragedi yang terjadi pada 04/10 ini menyisakan duka mendalam bagi banyak pihak, terutama keluarga korban. Oleh karena itu, bantuan psikologis ini diharapkan dapat meringankan beban emosional yang dirasakan. Tim gabungan siap mendampingi mereka melewati masa sulit ini.

Restu Novi Widiani menegaskan bahwa layanan trauma healing ini tidak berfokus pada pengobatan medis atau rujukan rumah sakit. Sebaliknya, pendekatan yang diambil lebih menitikberatkan pada dukungan motivasi dan penguatan mental. Hal ini dilakukan karena keluarga korban telah menunjukkan tingkat penerimaan yang baik terhadap musibah.

“Mereka tidak mendekati kami secara langsung, tetapi di sinilah intuisi kami berperan,” ujar Widiani. “Ketika seseorang mulai terlihat linglung atau bersandar pada anggota keluarga untuk dukungan, kami menjangkau dan menawarkan dukungan.” Pernyataan ini menunjukkan pentingnya kepekaan dalam memberikan bantuan psikologis.

Tim yang terlibat dalam layanan trauma healing ini terdiri dari pekerja sosial, relawan dari Peduli Sosial Jawa Timur, dan psikolog klinis dari Rumah Sakit Menur. Kolaborasi antarpihak ini memastikan penanganan yang komprehensif dan profesional. Mereka juga berkoordinasi dengan komunitas terapi untuk membantu mengurangi tingkat stres.

Selain dukungan emosional, tim juga memastikan kebutuhan dasar para korban terpenuhi dengan baik. Asupan nutrisi yang layak menjadi perhatian penting dalam proses pemulihan. “Kami menyediakan minuman hangat dan makanan ringan, karena beberapa terlalu berduka untuk makan,” tambah Widiani.

Tidak hanya pemerintah daerah, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) juga turut serta memberikan bantuan signifikan. Baznas mengerahkan layanan kesehatan, dapur umum, dan fasilitas pasokan air untuk mendukung korban sekolah roboh. Ini menunjukkan solidaritas nasional dalam menghadapi bencana.

Saidah Sakwan, Kepala Bidang Distribusi dan Pemberdayaan Baznas, menjelaskan bahwa respons medis sangat penting bagi korban yang mengalami cedera atau syok. “Selain merawat yang terluka, tim kami juga melakukan pemeriksaan kesehatan rutin untuk para siswa,” katanya. Tujuannya adalah untuk memastikan kondisi mereka tetap stabil.

Kehadiran layanan kesehatan ini krusial untuk mencegah komplikasi lebih lanjut dan memastikan pemulihan fisik yang optimal. Dapur umum dan pasokan air juga vital untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi atau keluarga yang terdampak. Sinergi antarlembaga ini mempercepat proses pemulihan pasca-bencana.

Upaya gabungan dari pemerintah daerah dan lembaga sosial seperti Baznas ini menjadi pilar utama dalam penanganan pasca-tragedi. Dukungan ini mencakup aspek fisik, emosional, dan psikologis, memberikan harapan bagi keluarga korban. Penanganan trauma healing menjadi fokus penting dalam jangka panjang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi