Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) secara aktif melibatkan penduduk setempat dalam proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di wilayah Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Langkah ini diambil untuk membangun tenaga kerja yang terampil dan kompetitif seiring dengan pengembangan infrastruktur. Deputi Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN, Alimuddin, menyatakan bahwa pembangunan IKN tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik.
Pembangunan juga mencakup pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi di daerah tersebut. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat lokal. Selain itu, upaya ini juga memperkuat peran mereka dalam mengelola serta mendukung proses pembangunan IKN secara berkelanjutan.
OIKN berkomitmen penuh untuk menjadikan warga lokal sebagai bagian integral dari kemajuan IKN. Dengan demikian, mereka akan menjadi subjek aktif dalam setiap tahapan pembangunan ibu kota baru Indonesia.
Advertisement
Advertisement
Target Inklusif: 30 Persen Pekerja Lokal di IKN
Otorita IKN memiliki rencana strategis untuk menjadikan warga lokal sebagai bagian sentral dari pertumbuhan ibu kota baru. Salah satu target ambisius adalah setidaknya 30 persen karyawan di perusahaan mitra yang beroperasi di IKN berasal dari komunitas sekitar.
Kebijakan ini dirancang untuk memastikan bahwa masyarakat Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara merasakan dampak positif langsung dari pembangunan. Mereka akan memiliki kesempatan kerja yang signifikan. Alimuddin menegaskan, "Pembangunan bukan hanya tentang infrastruktur tetapi juga tentang memelihara sumber daya manusia berkualitas tinggi." Ini menunjukkan komitmen OIKN terhadap aspek sosial dan ekonomi.
Dengan target ini, OIKN berharap dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif. Warga lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku utama dalam kemajuan IKN.
Advertisement
Advertisement
Program Pelatihan dan Peningkatan Kompetensi Warga Lokal
Untuk mencapai target tersebut, program pelatihan telah digulirkan oleh OIKN. Salah satu contohnya adalah pelatihan dasar petugas keamanan atau sertifikasi Gada Pratama.
Sebanyak 47 siswa dari Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, telah berpartisipasi dalam program ini. Mereka dipersiapkan untuk menjadi personel keamanan yang disiplin dan kompeten di IKN. Alimuddin menjelaskan, "Program-program ini bertujuan untuk mengubah komunitas lokal menjadi tenaga kerja terampil yang siap bersaing dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan Nusantara." Sertifikasi ini meningkatkan kualifikasi mereka.
Warga lokal yang telah bersertifikat akan memperoleh kualifikasi yang meningkatkan kemampuan kerja mereka. Hal ini juga akan membuka prospek karir yang lebih baik di masa depan.
Advertisement
Advertisement
Pemberdayaan dan Peran Aktif Masyarakat dalam Pembangunan IKN
Pejabat OIKN menekankan bahwa pendidikan dan sertifikasi tidak hanya membangun kompetensi. Upaya ini juga memberdayakan warga untuk menjadi kontributor aktif, bukan hanya pengamat pasif.
Dengan demikian, masyarakat memiliki peran krusial dalam pertumbuhan ibu kota baru. Mereka didorong untuk mengambil bagian dalam setiap tahapan pembangunan. Alimuddin menambahkan, "Masyarakat lokal harus siap menjadi pemain di Nusantara, melalui pelatihan dan kesiapan yang berkelanjutan." Ini menunjukkan komitmen jangka panjang.
Pengembangan sumber daya manusia menjadi pilar utama keberhasilan IKN. OIKN berupaya memastikan manfaat Nusantara menjangkau penduduk lokal, menciptakan model yang inklusif dan berkelanjutan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews