Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) secara tegas menyerukan kepada para elit politik di Indonesia untuk lebih mendengarkan aspirasi rakyat. Seruan ini muncul setelah serangkaian demonstrasi yang terjadi di Jakarta serta beberapa daerah lain di Tanah Air, menimbulkan kekhawatiran akan stabilitas sosial.
Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso, menyampaikan bahwa para pejabat negara, anggota legislatif, serta pimpinan TNI dan Polri harus lebih sensitif terhadap suara masyarakat. Beliau menekankan pentingnya mengedepankan kesantunan, kesederhanaan, dan kepedulian tinggi demi menciptakan keteladanan yang tulus bagi publik.
LDII memandang bahwa para elit harus melakukan introspeksi diri dan menghindari tindakan yang dapat melukai hati rakyat. Ini adalah langkah krusial untuk mencegah provokasi dan memastikan bahwa masyarakat menerima contoh positif, bukan tontonan yang memicu ketegangan.
Advertisement
Advertisement
Dalam pernyataannya, KH Chriswanto Santoso menegaskan bahwa para elit harus mawas diri dan tidak membohongi rakyat. Ia menekankan bahwa masyarakat membutuhkan keteladanan yang nyata dari para pemimpinnya, dan bahwa mereka harus responsif terhadap aspirasi rakyat yang berkembang.
Secara khusus, LDII meminta aparat kepolisian untuk segera melakukan introspeksi dan investigasi secara transparan serta adil. Tujuannya agar keluarga korban dan masyarakat umum mendapatkan kejelasan hukum. Ini adalah langkah penting untuk meredakan ketegangan yang muncul akibat insiden seperti meninggalnya pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, yang juga menjadi bagian dari aspirasi rakyat akan keadilan.
Penyelesaian yang tegas dan terbuka dianggap mampu membantu meredakan ketegangan di masyarakat. Keadilan harus ditegakkan, dan aparat yang terlibat perlu diperiksa sesuai prosedur hukum. Hal ini untuk memastikan peristiwa serupa tidak terulang, sekaligus mencegah masyarakat mengambil langkah sendiri yang berpotensi merusak keamanan dan ketertiban umum.
Advertisement
Advertisement
LDII menyerukan agar seluruh elemen bangsa mengedepankan musyawarah, dialog, dan penyelesaian damai. Tujuannya untuk menjaga suasana tetap kondusif di tengah dinamika sosial yang ada. Pentingnya menahan diri, mengendalikan emosi, dan memanjatkan doa bagi keluarga korban menjadi penekanan utama dari seruan ini, demi kedamaian bangsa dan terlaksananya aspirasi rakyat.
Bangsa Indonesia membutuhkan kedamaian, bukan kerusuhan, dan persatuan kesatuan bangsa harus dijaga demi keselamatan bersama. Pesan ini menggarisbawahi komitmen LDII terhadap stabilitas nasional dan pentingnya menghindari konflik yang dapat memperburuk situasi. Ini juga bagian dari upaya mendengarkan aspirasi rakyat akan ketenangan.
Kendati demikian, LDII menyatakan dukungan penuh terhadap komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk selalu berpijak pada konstitusi dan berorientasi pada kepentingan rakyat dalam menjalankan pemerintahan. Kekuasaan adalah milik rakyat, sehingga setiap kebijakan harus mengedepankan manfaat dan keadilan bagi seluruh masyarakat, sesuai dengan aspirasi rakyat.
Advertisement
Komitmen tersebut, menurut Chriswanto, harus didukung dan dilaksanakan oleh seluruh jajaran elit, baik eksekutif, yudikatif, maupun legislatif. Ini mencerminkan harapan LDII agar semua pihak bekerja sama demi terwujudnya pemerintahan yang responsif dan berpihak pada aspirasi rakyat.
Sumber: AntaraNews