Fakta Unik HUT ke-437 Meulaboh: Pemkab Aceh Barat Kerahkan Tim Gabungan untuk Penataan Kota

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat membentuk tim gabungan untuk mengintensifkan penataan kota demi menyambut HUT Meulaboh ke-437 dan meraih Adipura.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik HUT ke-437 Meulaboh: Pemkab Aceh Barat Kerahkan Tim Gabungan untuk Penataan Kota
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat membentuk tim gabungan untuk mengintensifkan penataan kota demi menyambut HUT Meulaboh ke-437 dan meraih Adipura. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mengambil langkah sigap untuk meningkatkan penataan dan keindahan Kota Meulaboh. Sebuah tim gabungan khusus telah dibentuk untuk menyosialisasikan Surat Edaran Bupati Nomor 100.3.4.2/01/2025. Upaya ini bertujuan menjadikan ibu kota kabupaten tersebut semakin bersih, indah, dan tertata rapi.

Sosialisasi intensif ini merupakan bagian dari persiapan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Meulaboh ke-437. Peringatan bersejarah tersebut akan jatuh pada tanggal 11 Oktober 2025 mendatang. Pusat kegiatan akan berlangsung di seputaran Jalan Merdeka dan Lapangan Teuku Umar, bersamaan dengan Pekan Kebudayaan Aceh Barat.

Asisten Pemerintahan Setdakab Aceh Barat, Ifan Murdani, menjelaskan bahwa langkah ini krusial. "Sosialisasi ini juga sebagai upaya meningkatkan penataan kota dan kawasan permukiman agar semakin bersih dan indah," ujarnya, menekankan pentingnya partisipasi semua pihak.

Implementasi Penataan Kota dan Sosialisasi Edaran Bupati

Sebelumnya, Surat Edaran Bupati telah disampaikan kepada seluruh pemilik toko dan kedai di Meulaboh. Edaran tersebut menginstruksikan agar mereka melakukan pengecatan bangunan demi estetika kota. Instruksi ini bahkan sudah disampaikan sejak momen HUT RI lalu dan diteruskan ke seluruh desa.

Namun, Ifan Murdani mengakui bahwa implementasinya belum berjalan maksimal. "Hanya sebagian kecil toko yang menindaklanjuti instruksi Bupati Aceh Barat," katanya. Kondisi ini mendorong pembentukan tim gabungan untuk memastikan kepatuhan.

Oleh karena itu, tim gabungan dibentuk untuk melakukan sosialisasi secara langsung dan lebih efektif. Langkah ini diperkuat dengan surat dari Sekretaris Daerah (Sekda) agar pelaksanaan edaran berjalan optimal. Pendekatan langsung diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat.

Tim gabungan ini dibagi menjadi beberapa kelompok kerja yang akan bergerak masif. Mereka akan menyambangi toko-toko di sepanjang jalan protokol utama. Ini termasuk Jalan Nasional, Jalan Teuku Umar, Jalan Merdeka, Jalan Gajah Mada, hingga Jalan Imam Bonjol, Manek Roo, Iskandar Muda, dan Sisingamangaraja.

Imbauan Kebersihan Lingkungan dan Penataan Estetika

Selain fokus pada pengecatan bangunan, tim gabungan juga memberikan imbauan penting lainnya kepada para pemilik usaha. Mereka diminta untuk menata kebersihan lingkungan di sekitar tempat usaha masing-masing. Hal ini mencakup penyediaan tempat sampah yang terpilah.

Tempat sampah yang terpilah harus mengakomodasi sampah organik, anorganik, dan limbah B3. Inisiatif ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam pengelolaan sampah yang lebih baik. Sosialisasi akan dilakukan secara bertahap namun intensif untuk memastikan pemahaman.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat juga mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk memperindah halaman atau pekarangan toko. Penanaman tanaman hias menjadi salah satu cara yang disarankan. Tanaman dapat ditanam langsung di tanah atau menggunakan pot bunga.

Tujuan dari penanaman tanaman hias ini adalah menciptakan suasana kota yang lebih asri dan tertata. Lingkungan yang hijau dan bersih akan memberikan kesan positif bagi warga maupun pengunjung. Ini merupakan bagian integral dari visi penataan kota yang komprehensif.

Target Adipura dan Citra Daerah yang Lebih Baik

Ifan Murdani menyatakan bahwa upaya penataan kota ini juga mendukung target besar Aceh Barat. "Kita harapkan upaya ini juga mendukung target Aceh Barat meraih predikat Adipura," ungkapnya. Meskipun target realistis adalah posisi kedua kategori Adipura Buana, semangat untuk mencapai kebersihan tetap tinggi.

Untuk tahap awal, fokus utama tim gabungan adalah toko dan kedai yang berlokasi di jalur protokol. Setelah area tersebut tertangani dengan baik, sosialisasi akan diperluas secara bertahap. Wilayah permukiman warga akan menjadi target berikutnya dalam program penataan ini.

Ifan menegaskan bahwa penataan kota bukan hanya sekadar masalah estetika semata. "Kita ingin suasana kota menjelang HUT Meulaboh lebih indah, rapi, dan bersih," tuturnya. Lebih dari itu, ini juga merupakan bagian dari citra daerah yang ingin ditampilkan kepada publik.

Kebersihan dan kerapian kota juga mencerminkan kesiapan Aceh Barat dalam menyambut tamu penting. Selain itu, hal ini juga mendukung agenda kebudayaan yang akan diselenggarakan. Penataan kota yang menyeluruh diharapkan dapat meningkatkan kebanggaan lokal dan daya tarik daerah.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi