Kepolisian Resor Pacitan, Jawa Timur, kini tengah mengerahkan tim gabungan untuk memburu seorang pria berinisial WW. Pria berusia 42 tahun tersebut merupakan pelaku pembunuhan brutal terhadap mantan mertuanya sendiri di Desa Temon, Kecamatan Arjosari, sebuah kejadian yang menggemparkan warga setempat.
Insiden tragis ini terjadi pada Sabtu malam, 20 September, dan tidak hanya menewaskan satu korban, tetapi juga melukai empat anggota keluarga mantan istrinya. Setelah melancarkan aksinya, pelaku diduga kuat melarikan diri ke area perbukitan dan hutan yang luas di sekitar lokasi kejadian, menyulitkan proses pencarian.
Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar menyatakan bahwa aparat bersama warga masih terus menyisir area tersebut secara maksimal. Pengejaran intensif dilakukan di jalur-jalur yang diperkirakan menjadi rute pelarian pelaku, yang kini telah ditetapkan sebagai buronan utama kepolisian daerah.
Advertisement
Advertisement
Peristiwa berdarah ini bermula ketika WW mendatangi rumah mantan istrinya, Miswati, pada malam hari. Kedatangan pelaku yang tidak terduga ini seketika berubah menjadi mimpi buruk bagi penghuni rumah, karena ia langsung melancarkan serangan brutal dengan menggunakan senjata tajam.
Akibat serangan membabi buta tersebut, Timi (65), ayah dari mantan istri pelaku, meninggal dunia di tempat kejadian. Korban mengalami luka sayatan senjata tajam yang fatal di bagian leher, mengakhiri hidupnya secara tragis di hadapan anggota keluarganya.
Tidak hanya Timi, empat korban lainnya juga mengalami luka serius akibat serangan membabi buta tersebut. Mereka termasuk Miswati, mantan istri pelaku, yang kini harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Darsono Pacitan akibat luka-luka yang dideritanya.
Advertisement
Setelah melancarkan aksinya yang keji, pelaku yang diidentifikasi sebagai WW, warga Desa Kanyen, Kecamatan Kebonagung, Pacitan, segera melarikan diri dari lokasi. Pelaku diduga membawa serta anaknya yang berusia 17 tahun saat kabur dari rumah tersebut, menambah kompleksitas kasus ini.
Advertisement
Kepala Desa Temon, Jamiatin, mengungkapkan bahwa aksi keji ini dipicu oleh persoalan rumah tangga yang rumit dan mendalam. Menurut Jamiatin, "Pelaku sakit hati karena mantan istrinya menolak rujuk dan berencana menikah lagi," sebuah pemicu yang seringkali berujung pada tindakan ekstrem.
Kondisi emosional yang tidak stabil akibat penolakan rujuk dan rencana pernikahan mantan istri diduga menjadi pemicu utama tindakan brutal WW. Rasa sakit hati yang mendalam dan tidak terkendali mendorong pelaku untuk melakukan tindakan kekerasan yang merenggut nyawa dan melukai banyak orang, menunjukkan dampak buruk dari konflik domestik.
Untuk mengamankan lokasi dan mengumpulkan bukti-bukti penting, polisi telah memasang garis polisi di sekitar rumah kejadian. Tim gabungan dari Polres Pacitan terus melakukan penyisiran dan pengejaran di berbagai titik yang dicurigai sebagai tempat persembunyian pelaku, termasuk area hutan dan perbukitan.
Advertisement
Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan segera memberikan informasi jika memiliki petunjuk mengenai keberadaan pelaku. "Kami minta masyarakat tetap tenang dan segera memberi informasi bila melihat pelaku," tegasnya, berharap adanya partisipasi aktif dari warga untuk membantu proses penangkapan WW demi keadilan.
Sumber: AntaraNews