Fakta Mengejutkan: Pernikahan Dini Picu Stunting, PKK Makassar Gencarkan Edukasi di Sangkarrang

TP PKK Makassar intensifkan edukasi risiko pernikahan dini untuk cegah stunting di Kepulauan Sangkarrang, menyoroti dampak serius pada kesehatan ibu dan anak serta pentingnya gizi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Mengejutkan: Pernikahan Dini Picu Stunting, PKK Makassar Gencarkan Edukasi di Sangkarrang
PKK Makassar gencar edukasi bahaya pernikahan dini di Kepulauan Sangkarrang. Ternyata, praktik ini menjadi salah satu pemicu tingginya angka stunting. Simak selengkapnya! (AntaraNews)

Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Makassar kini tengah gencar melakukan upaya pencegahan stunting di wilayah Kepulauan Sangkarrang. Mereka secara khusus menyoroti dan memperkuat edukasi tentang risiko pernikahan dini kepada masyarakat setempat. Langkah ini diambil setelah ditemukan korelasi kuat antara praktik pernikahan dini dengan tingginya angka stunting di daerah tersebut.

Inisiatif ini merupakan bagian dari kegiatan Supervisi, Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan (SMEP) yang dilaksanakan oleh TP PKK Kota Makassar. Anggota Pokja I TP PKK Kota Makassar, Pusparida, menekankan pentingnya kesiapan fisik dan mental calon ibu. Kesiapan ini sangat krusial dalam menjalani kehamilan serta mengasuh anak dengan baik.

Edukasi masif ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya pernikahan dini dan dampaknya pada kesehatan keluarga. Tujuan utamanya adalah untuk membangun keluarga yang sehat dan sejahtera, khususnya di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang. Upaya kolaboratif ini melibatkan berbagai pihak untuk mencapai hasil yang optimal.

Anggota Pokja I TP PKK Kota Makassar, Pusparida, mengungkapkan bahwa kasus stunting di Kepulauan Sangkarrang masih tinggi. Salah satu faktor utama yang dinilai berkontribusi adalah maraknya praktik pernikahan dini di kalangan masyarakat. Kondisi ini memerlukan perhatian serius dari semua pihak terkait.

“Untuk itu, kami mendorong TP PKK Kecamatan Sangkarrang agar lebih masif melakukan edukasi kepada masyarakat terkait risiko pernikahan dini serta pentingnya kesiapan dalam membangun keluarga yang sehat dan sejahtera,” ujar Pusparida. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang konsekuensi kesehatan. Ini termasuk risiko komplikasi kehamilan dan kelahiran pada ibu yang belum matang secara fisik.

Kesiapan fisik dan mental calon ibu sangat berkaitan erat dengan kemampuan mereka menjalani kehamilan. Ibu yang menikah di usia muda seringkali belum memiliki nutrisi yang cukup dan pengetahuan yang memadai. Hal ini dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin, yang berujung pada risiko stunting pada anak.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik, tetapi juga pada perkembangan kognitif anak. Oleh karena itu, pencegahan pernikahan dini menjadi langkah vital dalam upaya menurunkan angka stunting.

Selain fokus pada pernikahan dini, TP PKK Kota Makassar juga menyoroti pentingnya pendekatan gizi yang berkelanjutan. Anggota Pokja IV TP PKK Kota Makassar, dr. Irma Kusuma, menegaskan bahwa angka stunting harus segera diatasi. Dampaknya langsung terasa pada kualitas generasi mendatang di Kepulauan Sangkarrang.

“Angka stunting menjadi perhatian serius karena berdampak langsung pada kualitas generasi mendatang. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor untuk menurunkannya, termasuk peran aktif kader PKK dalam memberikan penyuluhan kepada masyarakat,” kata dr. Irma Kusuma. Kolaborasi ini mencakup pemerintah, masyarakat, dan organisasi terkait.

Ketua Pokja III TP PKK Kota Makassar, Erika Novianti, menambahkan masukan terkait penguatan program gizi keluarga. Ia menekankan bahwa Kepulauan Sangkarrang memiliki potensi laut melimpah sebagai penghasil ikan. Ikan dengan kandungan omega tinggi ini seharusnya dapat dioptimalkan untuk meningkatkan konsumsi gizi seimbang.

“Padahal Kepulauan Sangkarrang dikenal sebagai penghasil ikan dengan kandungan omega tinggi. Jika dimanfaatkan dengan baik, potensi laut ini dapat membantu menurunkan angka stunting melalui peningkatan konsumsi ikan dan produk olahan laut,” jelas Erika Novianti. Inovasi berbasis potensi lokal ini juga didorong untuk peningkatan ekonomi rumah tangga. Contohnya adalah pengolahan hasil laut, budi daya rumput laut, hingga pembuatan kerupuk teripang.

Pelaksanaan SMEP di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang tidak hanya fokus pada masalah stunting dan pernikahan dini. Kegiatan ini juga mencakup evaluasi terhadap 10 Program Pokok PKK serta administrasi kelembagaan. Inovasi yang telah dijalankan oleh TP PKK Kecamatan juga menjadi sorotan.

Sekretaris TP PKK Kota Makassar, Faridah Kadir, menjelaskan bahwa SMEP adalah wadah pembinaan bagi seluruh kader. Tujuannya adalah untuk memperbaiki pelaksanaan program di setiap tingkatan. “Inilah tujuan SMEP, untuk memeriksa, memberikan masukan, serta memperkuat sinergi antara TP PKK Kota dan kecamatan,” ujarnya.

Faridah Kadir juga memberikan apresiasi tinggi atas semangat pengabdian para kader di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang. Meskipun berada di wilayah kepulauan dengan keterbatasan geografis, para kader tetap berdedikasi. Semangat ini menjadi kunci keberhasilan program-program PKK.

Diharapkan, hasil supervisi dan catatan yang diberikan selama SMEP dapat segera ditindaklanjuti oleh TP PKK Kecamatan Sangkarrang. Hal ini penting agar pelaksanaan program di masa mendatang semakin baik dan efektif. Sinergi antara TP PKK Kota dan kecamatan akan terus diperkuat demi kesejahteraan masyarakat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi