Ronny Irawan, seorang produser film ternama, mengungkapkan pandangannya tentang kemajuan signifikan industri film Indonesia. Ia menyatakan bahwa perkembangan ini mencakup peningkatan jumlah produksi serta kualitas narasi yang disajikan kepada penonton.
Pernyataan tersebut disampaikan kepada ANTARA di Jakarta pada Jumat, 26 September, sebagai respons terhadap dinamika perfilman nasional. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan tren positif bagi perfilman tanah air yang patut dibanggakan oleh semua pihak.
Kemajuan ini tidak hanya terlihat dari kuantitas film yang dihasilkan, tetapi juga dari variasi dan kedalaman cerita. Ronny Irawan berharap ekosistem perfilman terus berkembang secara kreatif dan berkelanjutan di masa mendatang.
Advertisement
Advertisement
Ronny Irawan menyoroti peningkatan produksi film lokal sebagai indikator utama kemajuan yang terjadi. Semakin banyak judul film yang dihasilkan setiap tahunnya, mencerminkan dinamika positif dalam industri film Indonesia.
Kualitas cerita juga menjadi fokus utama dalam perkembangan ini, menunjukkan peningkatan standar dalam pembuatan film. Ronny menilai bahwa narasi yang diangkat kini lebih variatif, kompleks, dan kreatif dibandingkan sebelumnya.
Sebagai bukti nyata, ia mencontohkan film "Air Mata di Ujung Sajadah" yang meraih sukses besar. Film tersebut berhasil menjadi drama Indonesia terlaris sepanjang masa di Malaysia, membuktikan daya saing film nasional di kancah internasional.
Advertisement
Advertisement
Meskipun ada kemajuan pesat, Ronny Irawan menekankan pentingnya dukungan pemerintah untuk keberlanjutan perkembangan ini. Ia berharap ada fasilitasi bagi rumah produksi kecil agar bisa lebih banyak berkarya, yang krusial untuk industri film Indonesia.
“Saya berharap harus ada semacam dukungan dari pemerintah supaya ada fasilitasi bagi rumah produksi kecil atau yang sedang berkembang agar bisa membuat film lebih banyak lagi,” kata Ronny. Ini menunjukkan harapan akan ekosistem yang inklusif dan merata.
Potensi pasar film di Indonesia sangat besar dan terus berkembang pesat. Pada tahun 2024, lebih dari 126 juta tiket bioskop berhasil terjual, menempatkan Indonesia sebagai salah satu pasar terbesar di Asia pasca-pandemi.
Advertisement
Advertisement
Data dari JAFF Market memproyeksikan peningkatan signifikan dalam produksi film di tanah air. Diperkirakan produksi film Indonesia akan naik dari 152 judul pada 2024 menjadi sekitar 200 judul per tahun pada 2028, sebuah indikator kuat bagi industri film Indonesia.
Tren pertumbuhan juga didukung oleh penambahan jumlah layar bioskop di seluruh negeri secara bertahap. Pada tahun 2024, sudah terdapat lebih dari 2.200 layar bioskop, dan jumlah ini diprediksi akan bertambah menjadi 2.700 layar pada tahun 2030.
Dengan potensi pasar yang besar dan ekosistem yang terus berkembang, Ronny Irawan sangat optimistis terhadap masa depan. Ia yakin industri film nasional akan semakin diperhitungkan, baik di dalam negeri maupun di kancah internasional.
Advertisement
Sumber: AntaraNews