Fakta Menarik: 62 Film Terdaftar, Festival Film ALIF Diharapkan Jadi Gerbang RI Pusat Budaya Islam Dunia

Wakil Menteri Luar Negeri RI menegaskan Festival Film ALIF sebagai langkah strategis Indonesia menjadi pusat budaya Islam dunia, menarik 62 film dari negara OKI.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Menarik: 62 Film Terdaftar, Festival Film ALIF Diharapkan Jadi Gerbang RI Pusat Budaya Islam Dunia
Wakil Menteri Luar Negeri RI menegaskan Festival Film ALIF sebagai langkah strategis Indonesia menjadi pusat budaya Islam dunia, menarik 62 film dari negara OKI. (Merdeka.com)

Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Anis Matta menyatakan Festival Film "Arts Lumiere Indonesia Festival (ALIF)" merupakan langkah awal penting. Ini bertujuan untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat kebudayaan bagi dunia Islam. Pernyataan tersebut disampaikan Anis jelang pembukaan festival di Jakarta, pada Jumat malam.

Festival film ini dijadwalkan akan berlangsung pada 19-21 September 2025 di berbagai lokasi strategis. Acara tersebut menjadi tindak lanjut komitmen negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dalam kerja sama sinematografi. Sebanyak 45 film dari 16 negara OKI akan ditayangkan secara gratis untuk umum.

Pemilihan film sebagai medium budaya dilakukan karena produk kebudayaan ini mudah diakses dan dinikmati masyarakat luas. Film juga menjadi sarana efektif untuk menyampaikan ide, pikiran, dan perasaan. Ini sekaligus mewakili keragaman budaya dan masyarakat Islam global.

Antusiasme Global dan Dukungan Negara OKI

Wamenlu Anis Matta menyoroti besarnya animo negara-negara OKI terhadap Festival Film ALIF. Hal ini membuktikan bahwa langkah Indonesia tersebut mendapat dukungan internasional yang kuat. Respon positif ini menjadi dorongan besar bagi penyelenggara festival.

Anis mengungkapkan keterkejutannya atas respons cepat dari negara-negara sahabat. "Antusiasme dari negara-negara Islam ini luar biasa besarnya, karena waktu pemberitahuannya pendek sekali ... kami kaget karena dalam waktu yang sangat singkat ada 62 film yang diserahkan ke Kemlu untuk diseleksi,” ucap Anis. Ini menunjukkan minat tinggi terhadap inisiatif budaya tersebut.

Keberhasilan awal ini memberikan optimisme bagi keberlanjutan Festival Film ALIF di masa depan. Diharapkan festival ini dapat berlangsung lebih lama serta menampilkan lebih banyak film. Ini akan memperkuat posisi Indonesia di kancah budaya Islam dunia.

ALIF: Jembatan Budaya dan Platform Sinematografi

Festival Film ALIF tidak hanya bertujuan menjadikan Indonesia pusat budaya Islam. Lebih dari itu, acara ini juga merupakan upaya untuk mendekatkan budaya antara Indonesia dengan negara-negara Islam lainnya. Ini adalah upaya kolaboratif yang signifikan dalam diplomasi budaya.

Sebanyak 45 film feature dan film pendek dari 16 negara anggota OKI akan diputar selama festival. Genre film bervariasi, meliputi dokumenter, drama, drama sosial, hingga fiksi. Penayangan dilakukan di Galeri Nasional, Universitas Negeri Jakarta, Gedung Kesenian Jakarta, dan XXI Djakarta Theater.

Wamenlu menjelaskan bahwa film yang diikutsertakan dalam ALIF kali ini bukanlah film bernuansa Islami secara spesifik. Melainkan, film-film tersebut diproduksi di negara-negara Islam. Ini menunjukkan keberagaman ekspresi sinematik dari kawasan tersebut.

Selain pemutaran film, akan diadakan pula diskusi film bersama para sineas dan akademisi. Festival ini gratis dan terbuka untuk umum, dengan jadwal tayang dan informasi film dapat diakses melalui laman alif.kemlu.go.id. Ini menjadi kesempatan berharga bagi publik untuk menikmati dan berinteraksi dengan karya sinema global.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi