Duduk Perkara Viral Tentara TNI Bantu Korban Kehilangan Motor Usai Direspons Lambat Polsek Setiabudi

Apa yang dilakukan prajurit TNI itu berawal dari korban bernama Ismail Fasya mendapati sepeda motor miliknya itu telah hilang dicuri.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Duduk Perkara Viral Tentara TNI Bantu Korban Kehilangan Motor Usai Direspons Lambat Polsek Setiabudi
Duduk Perkara Viral Tentara TNI Bantu Korban Kehilangan Motor Usai Direspons Lambat Polsek Setiabudi (Merdeka.com)

Aksi cepat dan berani prajurit Yonif 848/Satria Pandya Cakti (Spc) sukses menggagalkan aksi begal dan tabrak lari di Tol Kebon Jeruk KM 5, Jakarta Barat. Aksi heroik itu dilakukan terjadi pada Selasa siang (7/10).

Apa yang dilakukan prajurit TNI itu berawal dari korban bernama Ismail Fasya mendapati sepeda motor miliknya itu telah hilang dicuri. Kemudian, ia pun mengecek keberadaan kendaraannya itu melalui GPS yang tersambung pada motornya.

"Hari ini motor saya dicuri jam 09.34, sekitar jam segitu setengah 10. Saya baru keluar dari indekos untuk pergi kantor sekitar jam 10 lebih dan saya cek lokasi terakhir motor dari GPS yang ada di motor itu ada di Tomang," ujar korban seperti dalam video dikutip merdeka.com, Senin (13/10).

Setelah mengetahui keberadaan motornya itu, korban pun langsung mendatangi Polsek Metro Setia Budi untuk membuat laporan dan meminta tolong. Namun, ia mengeluhkan adanya tamu di Polsek.

"Lalu pas jam 10 lebih itu saya coba lapor ke Polsek, tapi karena lama Polsek Setiabudi ngantri ada tamu. Jadi saya langsung naik Ojol ke arah Tomang," katanya.

Sesampainya di lokasi atau titik pada GPS tersebut, ia mengaku melihat mobil yang sangat mencurigakan. Kemudian, ia pun menghubungi kakaknya untuk menangkap mobil yang dicurigainya.

Korban kehilangan motor lapor polsek setiabudi
Korban kehilangan motor lapor polsek setiabudi merdeka

Karena, saat itu korban hanya bersama dengan pengemudi Ojek Online (Ojol) perempuan yang ditumpanginya. "Karena mos mesin nyala, mobil travel, saya lihat sekilas ada yang disarungin. Saya telepon abang saya dari kantor untuk menemani kita grebek mobil ini. Karena saya hanya berdua sama ojol perempuan," jelasnya.

"Setelah itu pas abang saya dari kantor datang, kita minta buka. Dia langsung bilang 'ia di depan sebentar'. Tapi langsung lari abis itu, karena pas dia turunin kaca depan penumpang kiri. Saya lihat itu stang motor saya persis itu dimodif," sambungnya.

Sementara itu, Kapolsek Metro Setia Budi AKBP Ardiansyah menjelaskan, awal mula korban langsung mencari motornya dengan melalui GPS yang terpasang pada motornya tanpa didampingi polisi.

Saat itu, korban mendatangi Polsek Metro Setiabudi untuk melaporkan kejadian yang telah dialaminya. "Namun anggota baru menerima pelapor yang lain, karena korban melihat GPS-nya baterainya habis saat menunggu, maka korban berinisiatif sendiri tanpa memberitahu piket langsung mencari sepeda motornya," ujar Ardiansyah.

Kemudian, sekitar pukul 13.00 Wib, pihaknya mendapatkan informasi dari Polsek Kembangan yang menginformasikan telah mengamankan satu unit mobil Granmax dengan nomor polisi B 1769 BZH.

Mobil yang berpenumpang tiga orang itu pun disebutnya tengah membawa tiga unit sepeda motor.

Selanjutnya, anggotanya itu pun langsung menuju ke Polsek Kembangan untuk memastikan informasi mobil Granmax yang membawa tiga unit motor.

"Selanjutnya satu unit mobil Granmax yang membawa tiga unit sepeda motor berikut dua orang pengemudinya serta korban dibawa ke Polsek Metro Setiabudi," jelasnya.

Setelahnya, korban pun diminta untuk membuat laporan polisi dan berikutnya mengecek sepeda motor lainnya untuk menghubungi pemiliknya.

"Polsek Metro Setiabudi setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan atas laporan korban, selanjutnya kedua pengemudi tersebut ditetapkan menjadi tersangka," ungkapnya.

Atas perbuatannya, terduga pelaku berinisial SP (31) dan DI (29) disangkakan Pasal 363 dan/atau 380 juncto 55 juncto 56 KUHP dengan ancaman penjara selama tujuh tahun.

"Satu orang DPO dengan Inisial R," pungkasnya.

Rekomendasi