Duta Besar Andri Hadi secara resmi ditunjuk sebagai Gubernur Indonesia pada Dewan Gubernur Asia-Europe Foundation (ASEF) mulai tanggal 1 Januari 2026. Penunjukan ini menandai langkah strategis Indonesia dalam memperkuat peran diplomasi di kancah internasional.
Sebelumnya, Dubes Andri Hadi telah bertugas di Brussel sejak tahun 2020, membawa segudang pengalaman diplomatik untuk posisi barunya. Amanah ini diberikan oleh Menteri Luar Negeri Sugiono, menunjukkan kepercayaan pemerintah terhadap kapabilitas Dubes Andri Hadi.
Dalam perannya sebagai Gubernur Indonesia di Dewan ASEF, Dubes Andri Hadi akan fokus mendorong kerja sama dan dialog antarmasyarakat Asia dan Eropa. Bidang-bidang prioritas meliputi kepemudaan, pendidikan, ekonomi, pembangunan berkelanjutan, kesehatan masyarakat, budaya, dan transisi energi.
Advertisement
Advertisement
Peran Strategis Dubes Andri Hadi di ASEF
Dubes Andri Hadi menyatakan komitmennya untuk membawa kepentingan Indonesia, khususnya di sektor pendidikan, kepemudaan, dan ekonomi hijau, melalui kerja sama Asia-Eropa. Hal ini sejalan dengan prioritas nasional dan global saat ini.
Sebagai bagian dari Dewan Gubernur, Dubes Andri Hadi akan memiliki tanggung jawab penting dalam meninjau serta mengarahkan strategi dan kebijakan ASEF. Tujuannya adalah memastikan bahwa arah organisasi tetap selaras dengan prinsip dan prioritas Asia–Europe Meeting (ASEM).
Penunjukan ini juga diharapkan dapat memperkuat peran ASEF sebagai forum strategis yang mendorong dialog dan kolaborasi lintas benua. Pengalaman Dubes Andri Hadi sebelumnya akan sangat relevan dalam mencapai tujuan tersebut.
Advertisement
Advertisement
ASEF dan Tantangan Global Terkini
Kerja sama Asia-Eropa kini memasuki fase baru, di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang dan munculnya isu-isu strategis baru. Isu-isu seperti perubahan iklim, ekonomi hijau, dan transisi energi semakin mengemuka dan menentukan tatanan dunia.
Asia-Europe Foundation (ASEF) memegang peran krusial sebagai platform diplomasi jalur kedua (second track diplomacy) yang menjembatani kontak antarmasyarakat (people-to-people contacts) melalui pertukaran pemikiran, kajian ilmiah, serta kolaborasi.
Selain fokus pada perubahan iklim dan transisi hijau, ASEF juga menaruh perhatian besar pada pengembangan potensi generasi muda, transformasi digital, perubahan demografi, dan tantangan urbanisasi. Indonesia, sebagai salah satu negara aktif, berperan sebagai penentu agenda dalam ASEF.
Advertisement
Advertisement
Latar Belakang dan Kesinambungan Kepemimpinan Indonesia
Dewan Gubernur ASEF terdiri dari enam duta besar dari kawasan Asia dan enam duta besar dari kawasan Eropa, mewakili total 53 negara mitra. Dubes Andri Hadi akan menggantikan Dubes Soemadi Brotodiningrat, yang telah menjabat sebagai Gubernur Indonesia di Dewan ASEF sejak tahun 2009.
Penugasan Dubes Andri Hadi ini menandai kesinambungan kepemimpinan diplomasi Indonesia dalam lembaga strategis tersebut. Hal ini menunjukkan komitmen berkelanjutan Indonesia terhadap kerja sama Asia-Eropa.
Dubes Andri Hadi adalah seorang diplomat Kementerian Luar Negeri dengan karir selama 38 tahun. Ia pernah menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Singapura periode 2012-2016, selain posisinya saat ini sebagai Duta Besar RI untuk Belgia, Luksemburg, dan Uni Eropa.
Advertisement
Pengalamannya dalam negosiasi perdagangan I-EU CEPA, ekonomi berkelanjutan, serta kerja sama kepemudaan dan sosial budaya di Singapura, diharapkan dapat memberikan perspektif berharga. Ini akan memperkuat peran ASEF sebagai forum strategis untuk dialog dan kerja sama antara masyarakat Asia dan Eropa.
Sumber: AntaraNews