Dua Tenaga Medis Covid-19 Diserang Separatis Papua Diduga Karena Dikira Mata-Mata TNI

Sabtu, 23 Mei 2020 12:43 Reporter : Merdeka
Dua Tenaga Medis Covid-19 Diserang Separatis Papua Diduga Karena Dikira Mata-Mata TNI Dua Tenaga Medis Covid-19 Ditembak KKB di Wandai. ©2020 Merdeka.com/Antara

Merdeka.com - Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel Cpl Eko Daryanto memaparkan insiden penganiayaan yang dilakukan Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) terhadap dua tenaga kesehatan di Papua. Keduanya adalah tenaga kesehatan yang ditugaskan di puskesmas setempat sebagai bagian dari Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19).

Keduanya bukan ditembak, melainkan dianiaya dengan senjata tajam. Pada Jumat (22/5) sekitar pukul 13.00 WIT di Kampung Wandai Distrik Homeo, Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) menganiaya Ale Melik Bogau, Kepala Puskesmas Kampung Wandai dan Heniko Somau, pegawai Dinas Kesehatan Kab. Intan Jaya.

"Mereka mengalami luka sabetan parang," ujar Kolonel Cpl Eko dalam keterangan tertulis diterima Sabtu (23/5).

Heniko Somau meninggal dunia. Sedangkan Ale Melik Bogau masih hidup dan mengalami luka serius. Dia menduga, motif penyerangan karena kdua korban dianggap sebagai musuh KSB.

"Dugaan sementara motif penganiayaan adalah karena kelompok Separatis menganggap kedua korban adalah sebagai mata-mata aparat TNI/Polri," jelas Eko.

Eko menambahkan, kedua korban adalah bagian dari Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) Kabupaten Intan Jaya yang ditugaskan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Intan Jaya.

"Mereka melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar Wilayah Distrik Homeyo Kabupaten Intan Jaya tentang bahayanya Covid-19," jelas Kolonel Cpl Eko.

Atas insiden berdarah ini, langkah-langkah diambil aparat keamanan Gabungan TNI/Polri antara lain memberikan penekanan kepada seluruh jajaran satuan di wilayah agar meningkatkan kewaspadaan dan selanjutnya membantu mengevakuasi korban penganiayaan ke Rumah Sakit terdekat.

"Kondisi keamanan Kamp Wandai Distrik Homeo dapat terkendali, aparat gabungan TNI/Polri masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku penganiayaan," tutupnya.

Reporter: Muhammad Radityo
Sumber: Liputan6.com [noe]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Papua
  3. Penembakan Papua
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini