Dua siswa tenggelam usai arung jeram di Kali Elo Magelang
Merdeka.com - Dua siswa SMA Islam Terpadu (IT) Al Hikmah, Karanggede, Boyolali, Jawa Tengah, hanyut di sungai Elo, Kabupaten Magelang, Jateng Selasa (7/5) siang.
Satu korban Ahmad Maulana Indra Saputra (17), warga Suruh RT 16/06, Sukorejo, Boyolali, ditemukan tewas. Sementara, satu korban lainya Irfan Wahid (17), warga Andong, Boyolali, masih dalam pencarian hingga Selasa (7/5) malam ini.
Informasi yang dihimpun merdeka.com, sebanyak 108 siswa dan guru MTS dan SMA IT Al Hikmah, Boyolali mengikuti kegiatan arung jeram di Kali Elo (Sungai Elo), dengan operator dari Paradise Bali.
Usai berarung jeram dan berhasil sampai di finish Paradise Bali, di Kali Elo, lingkungan Bojong I, Kelurahan Mendut, Kecamatan Mungkid, siswa tersebut antre mandi. Rombongan tersebut menyewa sebanyak 18 perahu. Beberapa siswa, tanpa sepengetahuan river guide, bermain air di sekitar sungai.
Saat itu, ada dua anak MTs yang hanyut, masing-masing bernama Faris dan Abid, hanyut dan terseret arus sungai. Kedua anak tersebut berteriak minta tolong dan melambaikan tangan. Beberapa siswa SMA yang melihat kejadian itu, kemudian berusaha untuk menolong, termasuk kedua korban.
"Namun, mereka justru terbawa arus. Padahal mereka bisa berenang. Niat mereka ingin menolong dua anak itu," ungkap Giri Sayekto salah seorang guru pendamping kegiatan arung jeram.
Giri yang merupakan guru mata pelajaran Ekonomi, SMA IT Al Hikmah itu, mengatakan sempat melihat muridnya itu hanyut. "Mereka yang menolong justru menjadi korban," ungkapnya.
Setelah dilakukan pencarian oleh beberapa relawan sekitar dan Tim SAR, jenazah Indra Maulana diketemukan 300 meter dari lokasi dan ditemukan dalam waktu 10 menit. Korban lalu dibawa ke RSUD Muntilan. Sementara, tubuh Irfan Wahid (17) belum diketemukan.
"Dua anak itu, sangat dekat dengan saya. Apalagi Irfan, saya sangat kenal dekat dengan orangtuanya. Semua siswa sudah kembali ke Boyolali. Sementara, masih ada lima guru guru yang tetap memantau. Kami sampai belum makan, belum mandi. Insya Allah bisa ketemu," harapnya.
Giri menambahkan, program arung jeram ini, merupakan bagian dari kegiatan luar sekolah, yang diselenggarakan enam bulan sekali.
"Tujuannya untuk pendidikan melatih percaya diri anak. Kami berharap kejadian kecelakaan air ini merupakan kejadian terakhir. Selain itu nantinya, ada rambu peringatan tidak boleh bermain air, agar semuanya selamat," tandasnya.
Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magelang Joko Sudibyo sejumlah penyelam dan relawan masih melakukan pencarian di lokasi kejadian.
"Termasuk, di sekitar jembatan Mendut, sejumlah relawan sampai malam ini menerangi arus sungai Elo dan Progo, untuk pencarian korban. Tim masih terus melakukan pencarian. Semua relawan dan tim SAR terlibat, dan kami lakukan penyelaman," kata Joko. (mdk/bal)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya