Driver Ojek Online Asal Pasuruan Ditembak Polisi Usai Menjambret di Surabaya

Selasa, 29 Januari 2019 03:33 Reporter : Moch. Andriansyah
Driver Ojek Online Asal Pasuruan Ditembak Polisi Usai Menjambret di Surabaya Driver ojol jadi jambret di Surabaya. ©2019 Merdeka.com/Mochammad Andriansyah

Merdeka.com - Driver ojek online, Agus Maulana (23), asal Pasuruan, Jawa Timur, menyambi menjadi jambret jalanan di Surabaya. Sayang, dalam aksi diakuinya baru pertama dilakukan ini gagal dan berujung penangkapan Tim Antibandit Polsek Tegalsari, Surabaya.

Bahkan, karena melakukan perlawanan saat hendak ditangkap, pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas oleh polisi. Pelaku ditembak kaki kirinya usai merampas handphone korban di Jalan Diponegoro, Surabaya.

"Pelaku menendang tim kami, maka dengan terpaksa tindakan tegas terukur dilakukan," kata David di Mapolsek Tegalsari, Senin (28/1).

Perwira tiga melati di pundak ini menceritakan, sebelum kaki kiri pelaku dilumpuhkan, pelaku sempat dikejar massa usai beraksi. Jadi, kata David, usai merampas handphone di Jalan Diponegoro, pelaku sempat dikejar massa yang merespon teriakan korban bernama Novia Dewanty (25), warga Sidoarjo.

"Korban ini sudah dibuntuti pelaku sejak di Jalan A Yani, kemudian eksekusi di traffick light Jalan Diponegoro. Pelaku sendirian saat beraksi," terangnya.

Korban yang panik, kemudian berteriak minta tolong dan direspon warga sekitar dengan melakukan pengejaran. Dalam kondisi terjepit, pelaku sempat melempar helmetnya ke arah massa yang mengejar.

Situasi itupun direspon juga oleh Tim Antibandit Polsek Tegalsari yang kebetulan berada di sekitar lokasi. "Kemudian anggota kami ikut melakukan pengejaran, tapi mendapat perlawanan dari pelaku sehingga terpaksa dilakukan tindakan tegas," kata dia.

Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa handphone rampasan milik korban, serta motor dan helm ojek online milik pelaku.

Sementara dalam pemeriksaan penyidik, pelaku mengaku baru kali pertama menjambret. Itupun terpaksa dilakukan karena sedang butuh uang.

"Saya butuh uang tambahan untuk biaya persalinan istri saya," aku pelaku.

Selanjutnya, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku bakal dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dan Kekerasan dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. Penjambretan
  2. Surabaya
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini