DPR Tanya Alasan Pansel Tak Loloskan Basaria Panjaitan dan Laode M Syarief

Senin, 9 September 2019 16:46 Reporter : Merdeka
DPR Tanya Alasan Pansel Tak Loloskan Basaria Panjaitan dan Laode M Syarief Pansel KPK Rapat Dengar Pendapat Umum Dengan DPR. ©2019 Liputan6.com/JohanTallo

Merdeka.com - Anggota Komisi III DPR Fraksi Gerindra, Muhammad Syafii mempertanyakan dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak lolos saat tes seleksi kepada Pansel. Pimpinan tersebut yakni Basaria Panjaitan tidak lolos seleksi psikologi dan Laode M Syarief tidak lolos tes profile assessment.

Syafii mengaku heran karena kedua komisioner tersebut juga pernah dites oleh anggota Pansel capim KPK periode 2015-2019, yakni Yenti Garnasih.

"Karena waktu periode lalu termasuk yang top, dianggap yang sangat-sangat punya kemampuan untuk menjadi ketua KPK. Tapi di periode ini psikologi saja enggak lulus. Kemudian Laode kalau dalam pertemuan Komisi III selalu jadi jubir KPK ternyata tak lulus profil assesment," kata Romo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (9/9).

Anggota Pansel capim KPK, Hamdi Muluk menyebutkan alasan kedua pimpinan tersebut gagal dalam tes seleksi. Saat pelaksanaan tes psikologi tidak ada hubungannya dengan waktu pelaksanaan.

Menurutnya, saat pelaksanaan tes tidak ada jaminan seseorang dapat meraih hasil yang sama. Kemungkinan yang terjadi yakni karena kapasitas seseorang yang berbeda.

"Lebih penting memahaminya adalah pesaingnya kan dengan yang dulu beda. Sementara logika tes adalah kita mencari orang terbaik. Jadi dari 100 yang tes, kita memerlukan 40 terbaik. Mungkin dulu dia masuk dalam 40 dengan kompetitor yang lebih lemah. Nah sekarang kompetitornya kan beda," papar dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah menyetujui 10 nama itu. Seluruh capim KPK itu telah menjalani serangkaian seleksi yang digelar Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK).

Berikut nama-nama capim KPK yang lolos tersebut:

1. Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata

2. Kapolda Sumsel, Irjen Pol Firli Bahuri

3. Auditor BPK, I Nyoman Wara

4. Jaksa, Johanis Tanak

5. Advokat, Lili Pintauli Siregar

6. Dosen, Luthfi Jayadi Kurniawan

7. Hakim, Nawawi Pamolango

8. Dosen, Nurul Ghufron

9. PNS Sekretaris Kabinet, Robi Arya

10. PNS Kementerian Keuangan, Sigit Danang Joyo.

Reporter: Ika Defianti [ray]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini