DPR dukung swasta gandeng kampus demi kemandirian industri pertahanan

Senin, 8 Oktober 2018 23:32 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
DPR dukung swasta gandeng kampus demi kemandirian industri pertahanan Tank Boat Antasen. ©Radar Militer

Merdeka.com - Anggota Fraksi PKS DPR RI Habib Aboe Bakar Al Habsyi mendukung langkah Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) bidang pertahanan yakni Perkumpulan Industri Pertahanan Nasional (Pinhantanas) menggandeng Perguruan Tinggi dalam meningkatkan potensi dan kemampuan industri pertahanan dalam negeri.

Dia berharap melalui penguatan industri pertahanan dalam negeri ketergantungan terhadap impor dapat dikurangi sehingga Indonesia bisa berdaulat dalam bidang pertahanan dan keamanan.

"Ini kerja sama yang baik karena menghidupkan para peneliti dan bangkitkan usaha nasional," kata Aboe Bakar di Jakarta seperti dikutip Antara, Senin (8/10).

Aboe mengatakan potensi BUMS pertahanan sangat besar karena di beberapa negara penyedia peralatan pertahanan dan keamanan berasal dari swasta.

"Di internasional, jarang alat-alat militer dari BUMN, namun rata-rata swasta. Di tingkat pengusaha swasta nasional diharapkan dapat meningkat dan kami optimis," ujarnya.

DPR mendukung setiap upaya perwujudan kemandirian industri pertahanan dan keamanan dalam negeri.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas Pinhantanas, Connie Rahakundini Bakrie menuturkan kerjasama dengan akademisi dilakukan melalui peningkatan riset dalam industri tersebut.

"Kami ingin bekerja sama dalam bidang penelitian dan pengembangan, pembuatan prototipe, hingga produksi," jelasnya.

Dia menyebut kerjasama antara pelaku industri dengan dunia akademis akan menjadi fondasi kemandirian industri pertahanan dalam negeri. Kerja sama antara industri pertahanan nasional dan kampus, kata Connie, akan membantu tegaknya UU nomor 16 tahun 2012 tentang Industri Pertahanan, khususnya terkait pengadaan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) strategis dan memperkuat kemampuan perkembangan teknologi perang.

"Kerja sama yang terjalin antara Pinhantanas sebagai pelaku industri dan Universitas Indonesia sebagai dunia akademis akan menguntungkan kedua belah pihak," ujarnya.

Di satu sisi menurut dia, kerja sama ini memungkinkan Universitas Indonesia lebih cepat lagi mencapai targetnya sebagai kampus yang terdepan dalam "applied science".

Hal itu, menurut dia karena semuanya akan terlibat langsung dalam proses penelitian dan pengembangan di dapur produksi industri pertahanan.

"Tidak hanya kampus sebagai lembaga, mahasiswa dan dosen pengajar bisa terlibat langsung dalam proses penelitian dan pengembangan di dapur produksi industri pertahanan. Akan ada banyak ilmu yang bisa diserap dari mitra industri pertahanan regional dan global," tuturnya.

Wakil Rektor bidang Riset dan Inovasi Universitas Indonesia Rosari Saleh mengatakan kerja sama antara kampus dan Pinhantanas adalah wujud dukungan yang nyata pada kepentingan yang selaras dengan semangat meningkatkan serapan "output" industri dalam negeri untuk mengejar kemandirian industri pertahanan.

Menurut dia, keberadaan Pinhantanas merupakan sebuah terobosan untuk mendukung kemandirian alutsista secara sinergis mengisi peluang-peluang yang belum bisa dipenuhi oleh badan-badan negara.

"Sejauh ini, dukungan terhadap Pinhantanas datang dari berbagai kalangan, bukan dari kampus saja. Tapi dari Menteri Pertahanan, Panglima TNI, DPR, hingga lembaga finansial dan perbankan," ujarnya.

Dia berharap kerja sama Pinhantanas dengan UI bisa mengatasi soal penelitian dan pengembangan (litbang) karena kontribusi litbang yang paling dasar adalah menemukan kesalahan-kesalahan pokok yang harus dihindari sebelum memasuki fase produksi.

Kontribusi litbang berikutnya adalah menemukan cara-cara optimalisasi sumber daya nasional yang dapat mencegah pengeluaran devisa dan lebih jauh lagi mencegah ketergantungan strategis. [ray]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini