Dosen UGM akan sulap taman Amarilis seperti wisata Tulip di Belanda
Merdeka.com - Taman bunga Amarilis milik Sukadi di Patuk, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta, satu pekan yang lalu ramai didatangi pengunjung. Namun ulah pengunjung menyebabkan tanaman rusak terinjak-injak.
Sejumlah dosen UGM yang tergabung dalam UGM Guyub Rukun berencana membuat lanskap taman Sukadi, sehingga pengunjung bisa menikmati keindahan bunga tanpa merusak tanaman.
Selain membuat lanskap, para dosen UGM ini juga memberikan bantuan uang senilai Rp 5 juta dari hasil patungan, yang rencananya digunakan untuk pembuatan jalan setapak pengunjung di taman.
"Kita buat desain lanskap, nanti ada jalan kecil, pakai batu, konblok atau semen, musim bunga tahun depan pengunjung bisa berjalan-jalan tanpa menginjak puspa itu," kata anggota paguyuban Heru Marwoto, Selasa (1/12).
Menurut Heru, taman bunga Amarilis di Gunungkidul ini bisa didesain layaknya objek wisata bunga tulip di Belanda, serta beberapa taman bunga di Eropa yang bisa dinikmati tanpa harus dirusak.
Untuk mengerjakan lanskap ini, kata Heru, pihaknya menggandeng beberapa ahli dari Fakultas Teknik dan Fakultas Pertanian UGM agar yang dibuat benar-benar memperhitungkan aspek estetika serta agronomi.
Siti Nurul Rofiqo Irwan, peneliti holtikultra dan desain taman dari Fakultas Pertanian UGM memaparkan, setelah melihat langsung kondisi taman bunga Amarilis milik Sukadi, disimpulkan bahwa taman bunga ini memang tidak disiapkan sebagai objek wisata.
Meskipun dikelola dalam skala rumah tangga, taman bunga yang dikelola sejak 2006 tersebut apabila dijadikan lokasi agrowisata oleh pemerintah kabupaten, harus disediakan jalur pedestrian serta fasilitas pendukung lainnya.
Pemerintah, kata Siti, perlu menangkap peluang banyaknya minat anak muda terhadap keindahan bunga Amarilis. Hal ini cukup beralasan dengan banyaknya pengunjung yang datang menikmati keindahan bunga tersebut saat mekar.
"Sakura di Jepang hanya mekar satu minggu, kita bisa menjadikan Amarilis sebagai daya tarik untuk Gunungkidul, bisa juga bunga lainnya yang bisa tumbuh lain di daerah lain," tuturnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya