TIMIKA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menyatakan bahwa proses penanganan pengelolaan sampah plastik di wilayahnya memerlukan penambahan mesin pengolahan. Kebutuhan ini disampaikan langsung oleh Kepala DLH Mimika, Jefri Deda. Penambahan kapasitas mesin di Pusat Daur Ulang (PDU) Mimika menjadi prioritas utama untuk menekan timbunan sampah plastik.
Saat ini, PDU Mimika hanya mengoperasikan satu unit mesin pembakar sampah plastik berkapasitas kecil dan tiga unit mesin pencetak paving block dari olahan sampah plastik. Jumlah mesin yang terbatas ini dinilai sangat tidak memadai untuk menangani volume sampah plastik yang dihasilkan setiap hari. Kondisi ini menghambat upaya DLH Mimika dalam mengelola sampah secara efektif dan efisien.
Jefri Deda menegaskan bahwa penambahan mesin pencetak paving block sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas produksi. Dengan mesin yang ada, PDU Mimika hanya mampu mengolah sekitar dua ton sampah per hari menjadi 200 batang paving block. Angka ini sangat kecil dibandingkan total sampah harian di Mimika.
Advertisement
Advertisement
PDU Mimika saat ini menghadapi tantangan besar dalam mengelola volume sampah plastik yang masif. Dengan hanya mampu mengolah dua ton sampah per hari, PDU Mimika tidak sanggup mengurangi jumlah sampah plastik secara signifikan. Kepala DLH Mimika, Jefri Deda, mengungkapkan bahwa Mimika menghasilkan sekitar 90 ton sampah setiap hari.
Dari total tersebut, sekitar 80 persen di antaranya merupakan sampah plastik. Artinya, sebagian besar sampah plastik yang tidak terolah akhirnya dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Situasi ini menunjukkan urgensi penambahan mesin pengolahan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah plastik Mimika.
Keterbatasan kapasitas mesin yang ada menyebabkan proses daur ulang berjalan lambat. Padahal, potensi sampah plastik untuk diolah menjadi produk bernilai seperti paving block sangat besar. Peningkatan kapasitas mesin akan memungkinkan PDU Mimika mengolah lebih banyak sampah, mengurangi beban TPA, dan menciptakan produk daur ulang yang bermanfaat.
Advertisement
Advertisement
Untuk mengatasi masalah ini, DLH Mimika telah mengajukan pembelian lahan pada tahun 2026 untuk pembangunan tambahan PDU. Dua lokasi telah diusulkan, yaitu di SP 2 Kelurahan Wanagon dan satu lokasi di Kelurahan Sempan. Proses ini masih menunggu tim appraisal dari Dinas Pertanahan dan Permukiman untuk menghitung harga tanah, sebelum anggaran dapat disiapkan.
Pengawas PDU Mimika, Munafir Nuhuyanan, menjelaskan bahwa banyak aspek yang perlu dibenahi. Kendala utama meliputi mesin pembakar sampah berkapasitas kecil, ketiadaan mesin pengering sampah plastik, serta gudang pengelolaan sampah yang sempit. Proses pengeringan sampah plastik yang masih mengandalkan penjemuran manual memperlambat seluruh alur kerja.
Selain itu, alat penghantar panas pada mesin pembakar yang pendek juga membatasi volume sampah yang dapat dibakar. Target produksi 200 paving block per hari seringkali tidak tercapai, dengan rata-rata hanya sekitar 161 buah karena kondisi mesin yang tidak optimal. Munafir juga berharap teknisi PDU dapat dikirim untuk pelatihan di Banyumas guna meningkatkan keahlian mereka.
Advertisement
Advertisement
Dengan adanya penambahan dua lokasi PDU dan perbaikan infrastruktur, DLH Mimika berharap dapat secara signifikan meningkatkan penanganan sampah plastik. Peningkatan ini tidak hanya akan mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA, tetapi juga mendukung upaya keberlanjutan lingkungan di Mimika.
PDU Mimika mulai beroperasi secara normal sejak tahun 2025 dengan 23 karyawan, termasuk tenaga administrasi. Peningkatan kapasitas dan efisiensi operasional akan menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik dan hasil yang lebih optimal. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat, sangat dibutuhkan untuk mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih baik di Mimika.
Upaya ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat bagi masyarakat. Investasi pada infrastruktur pengelolaan sampah merupakan langkah strategis untuk masa depan Mimika yang lebih lestari.
Advertisement
Sumber: AntaraNews