Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi sorotan atas keberhasilan program pembiayaan Ultra Mikro (UMi). Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi penyaluran UMi di wilayah ini telah menembus angka Rp147,97 miliar hingga 31 Mei 2026. Dana tersebut berhasil menjangkau 26.219 debitur, menunjukkan dampak positif terhadap sektor usaha mikro di provinsi kepulauan tersebut.
Peningkatan signifikan terlihat dari data penyaluran UMi yang melonjak 35,75 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka ini menunjukkan komitmen pemerintah melalui APBN dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Kepala Kanwil DJPb Provinsi NTT, Adi Setiawan, menyatakan bahwa program UMi ini berperan krusial dalam memperkuat pelaku usaha di NTT.
Dukungan APBN ini tidak hanya terbatas pada UMi, tetapi juga mencakup Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang turut mengalami peningkatan. Pemerintah terus berupaya memperluas jangkauan pembiayaan inklusif ini. Hal ini bertujuan untuk mendorong sektor-sektor potensial di NTT agar dapat berkembang lebih pesat dan merata.
Advertisement
Advertisement
Realisasi penyaluran pembiayaan UMi di NTT menunjukkan pertumbuhan yang kuat dan inklusif. Hingga akhir Mei 2026, total penyaluran mencapai Rp147,97 miliar, melampaui capaian tahun sebelumnya. Peningkatan ini membuktikan efektivitas program dalam menjangkau lebih banyak pelaku usaha mikro.
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menjadi penyalur terbesar dengan kontribusi Rp122,29 miliar kepada 15.830 debitur. Diikuti oleh PT Bahana Artha Ventura yang menyalurkan Rp22,32 miliar. Keberadaan lembaga penyalur ini sangat vital dalam memastikan dana UMi tersalurkan secara optimal kepada masyarakat yang membutuhkan.
Penyaluran UMi juga tersebar merata di berbagai kabupaten. Kabupaten Manggarai mencatat penyaluran terbesar sebesar Rp14,97 miliar kepada 2.598 debitur, diikuti oleh Kabupaten Ngada dengan Rp10,69 miliar kepada 1.822 debitur. Bahkan, wilayah pelosok seperti Kabupaten Sumba Tengah pun tidak luput dari program ini, menerima Rp0,96 miliar untuk 197 debitur. Ini menandakan bahwa program UMi berhasil menjangkau wilayah yang sebelumnya sulit diakses oleh pembiayaan formal.
Advertisement
Advertisement
Secara sektoral, penyaluran UMi didominasi oleh sektor perdagangan besar dan eceran, dengan alokasi sebesar Rp131,51 miliar atau 88,88 persen dari total penyaluran. Sektor ini menjadi tulang punggung ekonomi mikro di NTT, menunjukkan vitalnya dukungan pembiayaan UMi. Selain itu, sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan juga menerima porsi yang signifikan, yakni Rp3,53 miliar atau 2,39 persen.
Skema kelompok mendominasi penyaluran UMi, mencapai Rp146,83 miliar kepada 26.126 debitur. Pendekatan ini memungkinkan akses pembiayaan yang lebih mudah bagi kelompok usaha. Ini juga memfasilitasi pendampingan dan pembinaan yang lebih terstruktur bagi para debitur.
Dukungan APBN melalui program UMi ini merupakan wujud nyata pemerintah dalam menciptakan pemerataan ekonomi. Dengan menjangkau pelaku usaha di berbagai sektor dan wilayah, APBN berkontribusi langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal ini juga memperkuat ketahanan ekonomi nasional dari tingkat paling dasar.
Advertisement
Advertisement
Selain UMi, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi NTT juga menunjukkan tren positif. Hingga 31 Mei 2026, total penyaluran KUR mencapai Rp1,385 triliun kepada 26.725 debitur. Angka ini meningkat Rp240,84 miliar atau 21,03 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat UMKM.
Adi Setiawan menegaskan bahwa pemerintah terus mengupayakan penyaluran KUR dan UMi yang lebih inklusif. Fokus utamanya adalah pada sektor-sektor potensial di NTT. Sektor-sektor tersebut meliputi pertanian, peternakan, kelautan, dan perikanan yang memiliki prospek besar untuk dikembangkan.
Langkah ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan merata di seluruh wilayah NTT. Melalui pembiayaan yang tepat sasaran, pelaku usaha mikro dan kecil dapat meningkatkan kapasitas produksinya. Mereka juga dapat memperluas jangkauan pasarnya, serta menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal.
Advertisement
Sumber: AntaraNews