Dituding Jadi Kambing Hitam Berhentinya Audisi PB Djarum, KPAI Membela Diri

Senin, 9 September 2019 15:38 Reporter : Abdul Aziz
Dituding Jadi Kambing Hitam Berhentinya Audisi PB Djarum, KPAI Membela Diri Audisi Beasiswa Bulutasngkis 2019 PB Djarum di GOR Satria Purwokerto. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Bakti Olahraga Djarum Foundation memutuskan pamit dari pembinaan atlet bulutangkis usia muda. Mereka memutuskan menghentikan audisi Umum Beasiswa Bulutangkis yang digelar PB Djarum mulai 2020. Keputusan ini diambil setelah polemik panjang dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). KPAI menuding Djarum Foundation melakukan eksploitasi terhadap anak-anak dalam program audisi tersebut.

Penghentian audisi ini menimbulkan berbagai reaksi di masyarakat. Termasuk di dunia maya. Di jagat media sosial, KPAI dituding sebagai biang kerok keputusan Djarum menghentikan audisi bulutangkis.

KPAI membela diri dari tudingan itu. KPAI membantah ingin menghentikan kegiatan audisi bulutangkis yang diselenggarakan PB Djarum. Pihak KPAI hanya ingin agar unsur-unsur terkait kegiatan promosi rokok dihilangkan dari kegiatan yang melibatkan anak-anak tersebut.

Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty menegaskan sikapnya tidak ingin menghentikan audisi selama di dalamnya tidak ada eksploitasi terselubung melalui promosi tidak langsung produk rokok.

KPAI meyakini, dalam kegiatan audisi beasiswa bulutangkis PB Djarum, anak-anak secara tidak langsung menjadi bagian dari upaya promosi produk rokok.

"Kenapa dikatakan sebagai promosi? Karena kalau sudah dipakai, mereka kan berarti tidak ada unsur pajaknya, tidak ada batas waktu sampai kapan dipakai," katanya.

Selain itu, dia menyebut kegiatan audisi itu memuat upaya denormalisasi produk-produk yang berbahaya yakni rokok. Menurut Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, rokok masuk dalam produk berbahaya. Sehingga ada pembatasan dalam peredaran, promosi, dan interaksi anak-anak.

Dia melanjutkan, menurut Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 kegiatan-kegiatan yang disponsori oleh rokok sebetulnya tidak boleh disiarkan secara langsung oleh media.

"Tentu format audisi ini walaupun audisinya tidak kita hentikan tapi harus melakukan penyesuaian yang baru. Atas dasar itu, maka audisi dengan bentuk yang sekarang memang akan diakhiri," katanya.

Dia menekankan bahwa pada prinsipnya KPAI bukanlah seperti Satuan Polisi Pamong Praja yang bisa langsung membubarkan kegiatan yang dinilai bermasalah. Pihaknya mengaku hanya melakukan pengawasan.

"Misalnya, ini akan bertentangan dengan kawasan tanpa rokok, yang punya perda kawasan tanpa rokok kan dari pemda, jadi, silakan pemda ini dinilai," katanya.

Mengenai kabar pembubaran kegiatan Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis di Purwokerto, Sitti membantah. "Itu tidak benar, kami posisinya adalah mengawasi."

Jangan Lewatkan:

Ikuti Polling Adakah Unsur Eksploitasi Anak dalam Audisi Bulutangkis PB Djarum? Klik disini [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini