Balai Karantina Pertanian (BKP) kelas I Semarang menyita produk impor komoditas kedelai dari Amerika dan kacang tanah dari Sudan di Depo PT Masaji Tatanan Container Cabang Semarang, Rabu (25/9). Dua produk impor disita lantaran terdapat serangga hidup yang membahayakan.
"Total 1430 ton, 100 ton komoditas kacang tanah dari negara Sudan dan 1330 komoditas kedelai impor dari Amerika terdapat serangga hidup jenis serangga Plodia SP berupa kupu-kupu dan larva berbau menyengat. Semua barang sitaan sedang diperiksa oleh petugas," kata Koordinator Pejabat Fungsional Balai Karantian Pertanian kelas I Semarang, Heri Widarta, Rabu (25/9).
Dia menyebut temuan serangga itu nantinya akan dilakukan notifikasi ke negara asal melalui kedutaan besar di Jakarta. Kemudian serangganya Plodia SP direkomendasikan untuk dilakukan tindakan fumigasi.
"Jadi kita akan memberitahukan bahwa ke depan kalau ekport atau mengirim lagi ke Indonesia jangan lagi ada serangga atau barang tersebut harus bersih dan sudah dilakukan fumigasi dari sana," ujarnya.
Sedangkan, kata Heri, untuk komoditas kacang tanah dari Sudan ini, setelah dilakukan pemeriksaan ditemukan kumbang kapra sebanyak lima kontainer dengan importir yang berbeda. Serangga-serangga itu juga dilakukan fumigasi dan notifikasi ke negara asal.
"Temuan oleh petugas karantina kelas 1 Semarang yaitu kumbang kapra dengan komoditinya kacang tanah sebanyak 100 ton dari negara Sudan. Sehingga dalam satu bulan ini ditemukan dua kali dengan importir yang berbeda," tambahnya.
Pihaknya akan segera membuat notifikasi ke negara asal yakni Sudan yang akan dikirim ke Badan Karantina lalu diteruskan ke kedutaan besar. Kemungkinan Badan Karantina akan membuat kebijakan atau peraturan ke negara Sudan karena sudah dua kali ini ditemukan Kumbang Kapra.
"Serangga kumbang kapra ini merupakan serangga yang sangat berbahaya karena kerusakannya sangat tinggi dan mampu bertahan hidup selama enam tahun tidak makan bisa bertahan. Dan begitu ada makannya akan bisa hidup kembali," jelasnya.
Menurutnya, serangga kedelai yang berbahaya karena reproduksinya sangat cepat sehingga merusak komoditas kedelai tersebut. "Kalau bagi manusia tidak ada dampak atau pengaruhnya, tetapi bagi komoditasnya sangat berbahaya dan serangganya bisa terbang,” ungkapnya.
Tindakan fumigasi itu akan dilakukan untuk komoditas kedelai dengan serangga Plodia SP. Proses fumigasi biasanya memakan waktu satu hari.
"Prosesnya selama 1x24 jam sedangkan untuk komoditas kacang tanah dengan serangga kumbang kapra dari Sudan akan dilakukan fumigasi selama 2x24 jam," tutup Heri.