Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Palembang, Sumatera Selatan, saat ini tengah serius menggalakkan program sertifikasi bagi para pekerja konstruksi. Inisiatif penting ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor konstruksi. Selain itu, program ini juga memastikan bahwa setiap pekerjaan konstruksi yang dilakukan oleh pemerintah daerah dapat memenuhi standar keamanan dan profesionalitas yang tinggi.
Kepala Disperkimtan Kota Palembang, Alex Ferdinandus, menekankan bahwa sertifikasi kompetensi merupakan kebutuhan mendesak bagi setiap individu yang terlibat dalam proyek konstruksi. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah kota dalam menjaga mutu pembangunan infrastruktur. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap hasil akhir proyek-proyek vital di Palembang.
Pihak Disperkimtan menargetkan hampir 600 tenaga kerja akan mengikuti proses sertifikasi ini secara bertahap. Pelaksanaan program ini merupakan hasil kerja sama strategis dengan Asosiasi Lembaga Konstruksi Indonesia (ALKI) Wilayah Sumatera Selatan–Jambi. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam meningkatkan standar kompetensi para pekerja konstruksi di Palembang.
Advertisement
Advertisement
Alex Ferdinandus menyatakan bahwa sertifikasi ini bukan hanya sekadar formalitas teknis, tetapi juga membawa pesan moral yang mendalam. Para pekerja diharapkan dapat melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan integritas. Hal ini penting untuk menjaga keselamatan, baik selama proses pengerjaan maupun hasil akhir yang akan digunakan oleh masyarakat luas.
“Kami ingin semua pegawai konstruksi memiliki sertifikasi, agar kualitas pekerjaan meningkat. Ini bukan hanya soal teknis, tetapi juga pesan moral bahwa bekerja dengan hati untuk menjaga keselamatan dalam proses maupun hasil pekerjaan yang digunakan masyarakat,” ujar Alex.
Melalui program ini, Disperkimtan Palembang berupaya menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan produktif. Sertifikasi ini menjadi jaminan bahwa setiap pekerja memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang memadai. Dengan demikian, risiko kecelakaan kerja dapat diminimalisir dan kualitas proyek dapat dipertanggungjawabkan.
Advertisement
Advertisement
Ketua ALKI Sumsel dan Jambi, Untung Yasril, menegaskan bahwa seluruh penyedia jasa konstruksi wajib mempekerjakan tenaga kerja yang memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK). Sertifikat ini berfungsi sebagai jaminan bahwa pekerja memahami standar teknis yang berlaku. Pekerja juga dinilai mampu menghasilkan pekerjaan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan dalam kontrak.
SKK mencakup tiga unsur utama yang krusial, yaitu knowledge (pengetahuan), skill (keterampilan), dan attitude (sikap). Dengan kombinasi kompetensi yang lengkap ini, hasil pekerjaan konstruksi diharapkan akan jauh lebih baik. Pekerjaan akan lebih tepat spesifikasi dan memenuhi seluruh ketentuan kontrak yang telah disepakati.
Untung Yasril juga menjelaskan bahwa tenaga kerja konstruksi memiliki tiga jenjang sertifikasi yang berbeda. Jenjang 1-3 diperuntukkan bagi operator atau tukang, seperti tukang bata, keramik, cat, dan las. Kemudian, jenjang 4-6 adalah untuk teknisi atau pelaksana proyek. Sementara itu, jenjang 7-9 ditujukan bagi para ahli di bidang konstruksi. Pembagian jenjang ini memastikan bahwa setiap pekerja memiliki kompetensi yang sesuai dengan perannya.
Advertisement
Advertisement
Program sertifikasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap pembangunan infrastruktur di Palembang. Dengan adanya tenaga kerja internal yang tersertifikasi, kualitas pembangunan proyek-proyek kota dapat terus meningkat secara berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk menyediakan infrastruktur yang kokoh dan aman bagi masyarakat.
Peningkatan kualitas SDM konstruksi melalui sertifikasi juga akan memperkuat daya saing kota Palembang. Proyek-proyek yang dikerjakan dengan standar tinggi akan menarik lebih banyak investasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Sertifikasi ini menjadi investasi jangka panjang untuk masa depan pembangunan kota yang lebih baik dan terencana.
Kerja sama antara Disperkimtan dan ALKI ini merupakan langkah proaktif dalam menghadapi tantangan pembangunan. Dengan adanya tenaga kerja yang kompeten dan profesional, Palembang siap mewujudkan berbagai proyek infrastruktur. Ini demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan kota secara keseluruhan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews